11 Tahun Otsus Aceh, Hanya Turunkan Kemiskinan 18 Persen

Nova Minta Presiden Realisasikan Butir MoU Helsinki

11 Tahun Otsus Aceh, Hanya Turunkan Kemiskinan 18 Persen
Foto : Presiden R.I Joko Widodo didampingi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menghadiri acara puncak Kenduri Kebangsaan di sekolah Sukma Bangsa Bireun, Aceh.
A A A

Bireuen, acehtoday.com - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, agar mempercepat pemenuhan implementasi MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Selain itu, Nova juga meminta kebijakan Dana Otsus yang berlaku permanen untuk Aceh.

Hal itu disampaikan Nova Irianysah pada acara Kenduri Kebangsaan yang digagas oleh Yayasan Sukma Bangsa dan Forbes DPR DPD RI, di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, pada Sabtu, 22 Februari 2020.

Menurut Plt Gubernur, implementasi MoU Helsinki secara utuh, merupakan dambaan seluruh masyarakat Aceh.

"Termasuk diantaranya percepatan pelimpahan 14 kewenangan di bidang pertanahan," kata Nova saat menyampaikan sambutan selamat datang pada acara tersebut.

Nova mengatakan, acara tersebut merupakan momentum untuk menunjukkan betapa kuatnya semangat masyarakat Aceh untuk lebih maju. Karena itu, ia meminta Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo agar terus memberi dukungan dan perhatian yang dibutuhkan Aceh.

"Selama 11 tahun sudah kebijakan Dana Otsus berlaku di Aceh, setidaknya 18 persen kemiskinan di Aceh bisa diturunkan berkat dana itu," kata Nova.

Nova meminta, presiden dapat terus mendukung langkah pembenahan infrastruktur di Aceh, termasuk percepatan pembangunan missing link Jalan Nasional Lintas Tengah Jantho-Aceh Besar-Keumala Pidie dan Geumpang Pidie-Pameu Aceh Tengah.

"Hal ini penting demi percepatan mobilisasi barang dan manusia. Kami juga memohon agar Pembangunan Kereta Api di Aceh bisa dimasukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional," kata Nova.

Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, butuh waktu untuk menjawab sejumlah persoalan butiran perjanjian Helsinki yang disampaikan Plt Gubernur dan sejumlah tokoh Aceh lain yang menjumpai nya.

"Beri waktu saya untuk menjawab, karena apapun akan didiskusikan dalam rapat-rapat terbatas yang selalu kita lakukan bersama menteri. Saya sudah paham terkait apa yang telah disampaikan," kata Jokowi.

Terkait Dana Otonomi Khusus, Presiden meminta agar semua pemangku kepentingan di Aceh dapat mengelola anggaran tersebut dengan baik dan tepat sasaran. Ia yakin, jika anggaran tersebut dapat dikelola dengan baik, maka sejumlah persoalan ekonomi di Aceh dapat diselesaikan.

"Jadi saya titip kepada Gubernur dan bupati wali kota agar penggunaan APBD harus fokus dan tepat sasaran. Dan saya sampaikan, angka kemiskinan 14 persen itu besar, jadi selesaikan dulu masalah itu  dengan desain program-program unggulan," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Senada dengan Plt Gubernur Aceh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga komitmen untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya di Aceh.

"Kemarin saya lihat progres pembangunan jalan tol, saya kaget kecepatannya luar biasa, baru 14 bulan dikerjakan sejak saya ground breaking. Dan soal pembebasan lahan sudah berjalan 90 persen lebih, ini tanda masyarakat Aceh sangat ingin infrastruktur segera selesai," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, infrastruktur mutlak dibutuhkan demi percepatan distribusi barang dan manusia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini masih lamban dibandingkan dengan negara lain. Sehingga kecepatan mobilitas barang dari suatu daerah ke daerah lain pun terhambat.

"Sehingga kompetensi dan daya saing kita menjadi kalah. Sekarang antar negara berkompetensi dan siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Karena itu pengerjaan infrastruktur kita percepat," ujar Presiden.

Karena itu, kata Jokowi meminta semua pihak mulai dari masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk  berkolaborasi menyelesaikan persoalan dan tantangan yang ada di Aceh.

"Kalau ada persoalan yang kecil jangan dibesar-besarkan, kalau ada yang bisa disederhanakan segera dilaksanakan dan jika masalah besar mari kita duduk selesaikan bersama," kata Presiden.[]

Komentar

Loading...