Aceh Target 25.000 Rapid Test,  BPK Diminta Cek

Aceh Target 25.000 Rapid Test,  BPK Diminta Cek
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com -  Pernyataan target rapid test atau PCR 25.000 warga di seluruh Aceh oleh Pemerintah, hingga kini tidak diketahui serta diinformasikan secara luas dan umum kepada publik.

Bahkan ada saran dari pakar kesehatan jika ingin dilakukan rapid test 30.000 orang juga dapat dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan menggunakan lab Unsyiah dan lainnya. Akan tetapi apakah rapid test tersebut efektif dan dapat menjawab persoalan masyarakat yang terdampak covid-19 dalam kehidupan ekonomi, sosial dan lain sebagainya.

“Apalah Pemerintah Aceh sudah melalukan 25.000 test rapid biarlah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan lembaga berkompeten lainnya. Apakah benar atau ada manipulasi penggunaan uang negara sebanyak itu, ini menjadi wewenang BPK yang paham terhadap penggunaan uang tersebut,” kata pengamat politik dan ekonomi  Dr. Taufik Abdul Rahim, Kamis (25/6/2020) di Banda Aceh. 

Taufik  menyatakan Jika terbukti manipulasi risiko tersebut harus dipertanggung jawabkan secara hukum. Jika rapid test menurut info tim kesehatan sedang dan setiap hari dilakukan termasuk di kabupaten/kota di seluruh Aceh.  

Disebutkan yang paling prinsipil saat ini adalah, Pemerintah Aceh fokus terhadap ekonomi masyarakat yang sangat terpuruk, kemiskinan dan pengangguran meningkat, daya beli rendah, sektor ril kacau dan aktivitas UMKM serta berbagai aktivitas ekonomi, jasa, kuliner, sektor informal, perhotelan/penginapan, travel/pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan rakyat belum bangkit.

“Posisi ekonomi lebih parah dari krisis 1997/98 dan 2008, namum pemerintah Aceh sampai saat ini belum memiliki konsep efektif dan tepat untuk bangkitnya kehidupan rakyat secara ril,” pungkasnya.

Komentar

Loading...