Anak di Bawah Umur Diperkosa 10 Pemuda di Langsa

Anak di Bawah Umur Diperkosa 10 Pemuda di Langsa
A A A

Banda Aceh , acehtoday.com - Seorang anak perempuan di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan oleh sepuluh pemuda di Kota Langsa, Aceh pada Sabtu 16 Maret 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, sepuluh pemuda yang terlibat pemerkosaan berinisial MRA (17), MS (18), MOS (19), MVP (15), MRE (18), NS (17), MH (19), MKA (21), MNH (17). Sementara satu pelaku lainnya berinisial BK (19) sedang dalam pengejaran polisi.

Dia menjelaskan, pelecehan seksual dan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut terjadi dikarenakan masalah hutang piutang sebesar ratusan ribu rupiah.

"MRA ini mempunyai hutan kepada MS, yang mana sudah ditagih berkali-kali namun MRA tidak bisa membayar hutangnya. Kemudian MS meminta untuk 'udah, carikan saja saya cewek.' kemudian dibawalah si korban ini ke situ, yang dipikir MS ini adalah cewek yang disiapkan MRA. Padahal korban tidak tahu menahu-menahu, tiba-tiba di situ langsung diperkosa," kata Arief Sukmo Wibowo, Kamis (1/4/2021).

Dia menambahkan, korban dilecehkan di sebuah rumah kosong di Kecamatan Langsa Kota. Di sana, para tersangka MOS, MPV, MRE, NS, MKA, MH, MHB dan BK (DPO) juga memanfaatkan korban untuk menyalurkan nafsu mereka.

Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo menyebut, dari 10 tersangka pelaku pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur itu, sebanyak 6 orang di antaranya berstatus pelajar yang berusia 17-18 tahun.

"Sedangkan empat tersangka lainnya berusia 19 hingga 21 tahun," ujarnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku pelecehan seksual dan pemerkosaan itu dijerat Pasal 47 Sub Pasal 46 dan atau Pasal 50 Sub Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Sub Pasal 55 KUHP Sub Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Ancaman hukumannya diancam dengan penjara/kurungan paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan," pungkas Arief Sukmo Wibowo.[]

Komentar

Loading...