Apkasindo Kecewa Dengan Sikap BPN Subulussalam, Terkait Lahan Laot Bangko

Apkasindo Kecewa Dengan Sikap BPN Subulussalam, Terkait Lahan Laot Bangko
Ir.Netap Ginting (Ketua DPD Apkasindo Kota Subulussalam)
A A A

Subulussalam, acehtoday.com - Ketua DPD Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kota Subulussalam Ir Netap Ginting mengungkapkan kekecewaanya karena lahan HGU PT Laot Bangko tidak masuk kategori terlantar dengan alasan konflik Aceh, senin, 20 Januari 2020.

Netap menilai apa yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Pertanahan Kota Subulussalam Syahril Kaban menunjukkan adanya dugaan kejahatan secara TSM (Terstrukur Sistematis dan Masif) terkait kemelut soal perpanjangan HGU Laot Bangko yang telah habis masa izin nya akhir desember 2019 yang lalu.

"Pernyataan pak Sayahril Kaban itu adalah alasan yang tidak masuk logika dan nalar dan terlalu mengada-ngada," ujar Netap. Dijelaskannya, bilapun benar karena konflik, itu bukanlah sebuah alasan tim penilaian atau survey dari BPN tidak berani turun ke lahan Laot Bangko.

"Harusnya kepala BPN Subulussalam mengerti bahwa pada tahun 2006 Aceh sudah damai, artinya sejak 13 tahun ini pasca damai mengapa BPN tidak lakukan survey, saya melihat kinerja BPN nihil, dengan demikian banyak kalangan menilai pihak BPN sudah terkontaminasi atau sudah main mata dengan pihak PT. Laot Bangko," pungkas Netap Ginting.

Netap Ginting menjelaskan, pernyataan Syahril Kaban sangat merugikan para petani sawit khususnya Kelompok Tani yang telah menggarap lahan PT Laot Bangko.

Netap juga berharap Walikota Subulusalam H Affan Alfian jernih melihat persoalan ini, karena Kota Subulussalam sudah tidak memiliki cadangan lahan lagi untuk dijadikan lahan perkebunan, dia berharap jangan salah mengambil keputusan.[]

Sumber:singkilnews

Komentar

Loading...