Asa Warga Bunin Di Pelosok Aceh Timur Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Lebih Baik

Asa Warga Bunin Di Pelosok Aceh Timur Terhadap Pelayanan Kesehatan Yang Lebih Baik
Keterangan foto : Kolase Foto Kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak yang dipusatkan di gedung SD Negeri Negeri Kuala Pangoh 1, Desa Persiapan UPT 1 Kuala Panguh, Bunin, Aceh Timur. (Foto Direkam : 29/06-2021)
A A A

Idi, acehtoday.com - Selasa Malam (28/06), dalam sebuah pertemuan di rumah salah seorang tokoh masyarakat Bunin, dipelosok Aceh Timur, berkumpul puluhan orang. Mereka adalah tamu spesial malam itu, yang datang jauh dari Banda Aceh, ke kampung halaman mereka. Malam itu seluruh tim menginap di sana. Yang wanita menginap dirumah warga dan dan kaum pria menginap di mesjid dan dan ruang kelas disekolah setempat.

Kedatangan mereka yang tergabung dalam tim DTPK itu untuk memberikan layanan kesehatan bergerak di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

Dalam pertemuan singkat malam itu, sambil ditemani secangkir kopi hangat, ada harapan dan asa yang diungkap warga disana terhadap layanan kesehatan yang lebih baik disana.

Imum Mukim Bunin, Berlian, menaruh harapan besar agar pemerintah Aceh bisa menambah jumlah ambulans yang ada di puskemas Lokop, Serbajadi.

Menurutnya,agar layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan rujukan bisa lebih cepat tertangani, disana minimal harus tersedia 2-3 ambulan.

"Kadang saat warga disini ada yang sakit dan sedang butuh ambulan untuk membawa pasien ke Puskesmas, ambulan yang ada sedang digunakan untuk merujuk pasien ke Aceh Timur, sehingga ambulan yang ada tidak bisa digunakan untuk menjemput pasien di sini", keluhnya.

Ia menaruh harapan besar agar pemerintah bisa menyediakan lebih banyak ambulans disana.

Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur merupakan daerah transmigrasi umum yang dulunya diresmikan oleh Presiden Soeharto kala itu.

Disisi lain pak Geuchik Desa Persiapan UPT 1 Kuala Panguh, Sabda, mengharapkan kepada tim yang datang agar jangan pernah kapok/jera, datang ke Desa Bunin. Kala hujan tiba, kondisi jalan menuju desa mereka lumayan parah, dan bisa saja berubah menjadi kubangan lumpur.

Mudah-mudahan harapan kami semoga kedepan bisa kembali lagi sampai 4 atau 5 kali. Jangan hanya datang sekali pada hari ini, lalu tidak pernah mau kembali lagi kesini, karena jalanan ke kampung kami masih susah untuk dilewati dan harus ditempuh dengan mobil double gardang.

"Keadaan pustu juga memprihatikan, mohon perhatian terhadap kepada pemerintah untuk menambah fasiltas kesehatan yang ada di pustu. Mohon bantuan juga agar pustu yang ada bisa dibuatkan pagar", harapnya.

Masalah kesehatan lainnya yang dikeluhkan warga adalah ketersedian air bersih yang dirasakan masih terkendala.Menurutnya masyarakat masih memanfaatkan sungai untuk mandi dan MCK.

*Pengobatan Kesehatan Gratis Bersama Dokter Spesialis*

Rabu pagi itu (30/06) tim PKB-DTPK Aceh, memulai pagi dengan penuh semangat. Selepas Subuh, tim bergegas berbenah, memulai hari dengan penuh semangat. Selepas sarapan tim bergerak, ke halaman Sekolah Dasar yang ada di desa itu.

Di gedung SD Negeri Negeri Kuala Pangoh 1, di pedalaman Aceh Timur pagi itu, Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (PKB DTPK) dinas kesehatan Aceh bersama dinas kesehatan Aceh Timur dan Puskesmas setempat bahu-membahu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah pedalaman Aceh Timur itu.

Koordinator lapangan, tim Pelayanan kesehatan bergerak Dinkes Aceh, dr. Rais Husni Mubarrak menjelaskan bahwa ada sejumlah layanan kesehatan yang diberikan kepada warga diantaranya adalah pelayanan dokter spesialis, penyuluhan kesehatan, screening penyakit metabolik, pelayanan kesehatan telinga hidung dan tenggorokan, dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, dan pelayanan Spesialis Kebidanan dengan melakukan USG ke semua Ibu hamil sebagai deteksi dini dan memastikan kehamilan sehat.

Selain itu juga ada pelayanan Spesialis Anak dan Spesialis Penyakit Dalam.

Rais menambahkan khusus Aceh Tinur, tahun ini program PKB-DTPK direncanakan berkelanjutan, untuk tempat yang sama tim akan turun hingga 4 kali tahun ini. Hal ini agar layanan kesehatan kepada masyarakat terpencil dan pedalaman itu bisa lebih maksimal dan diharapkan nanti bisa diselesaikan secara menyeluruh, harap, Rais.

Saat turun pertama kali ini, tim akan mencoba memotret kesehatan masyarakat disini dari berbagai lini, mulai dari sanitasi, permasalahan gizi masyarakat, kesehatan ibu, kesehatan anak hingga lansia.

Drg. Muklis, salah seorang dokter gigi yang bergabung dalam tim Pelayanan Kesehatan Bergerak Dinas Kesetan Aceh selain memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat Bunin, juga ikut memberikan penyuluhan kesehatan gigi kepada murid-murid SD Negeri Kuala Pangoh 1.

Selesai penyuluhan, Tim PKB-DTPK Aceh juga membagi-bagikan odol dan sikat gigi kepada murid sekolah dasar setempat. Tim juga membagikan masker, biskuit dan susu UHT kepada mereka.

Drg. Mukhlis saat penyuluhan gigi, mengajak murid-murid sekolah dasar setempat untuk rajin menggosok gigi 2 kali setiap hari, setiap pagi dan malam hari.

"Sikat gigi itu penting dilakukan sejak dini, untuk mencegah kerusakan gigi seperti gigi berlubang yang sangat sering kita temukan pada anak-anak yang jarang menggosok gigi", Jelas drg. Mukhlis, yang sehari- hari bekerja di poli gigi RSUDZA Banda Aceh.

Sementara itu komda PGPKT dan PERHATI-KL Aceh yang ikut dalam kegiatan ikut berpartisipasi dengan pemeriksaan THT dan KL. Termasuk penyuluhan kesehatan telinga dan pendengaran, bersih-bersih telinga dan pemasangan alat bantu pendengaran.

"Alhamdulillah, hari ini kita juga membantu pemasangan alat bantu dengar kepada salah seorang warga disini yang terkendala masalah pendengaran", sebut dr. Azwar, Sp. THT-KL FICS. Beliau adalah ketua PERHATI-KL Aceh, dan juga salah satu dokter spesialis THT yang didatangkan dari Banda Aceh untuk memberikan pelayan kesehatan kepada warga dipedalaman Aceh Timur itu.

Selain dr. Azwar, ada juga dr. Lily Setiani, Sp. THT-KL dari komda PGPKT Aceh yang ikut bergabung dalam tim Pelayanan Kesehatan Bergerak Dinas Kesehatan Aceh.

Pasien yang diberikan alat bantu dengar, merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan alat bantu dengar yang diberikan. Seorang wanita paruh baya yang dipasang alat bantu dengar, mengaku ia sudah bisa mendengar dengan lebih baik.[]

Sumber:Cut Ampon

Komentar

Loading...