Awas! Ada Tipu-Tipu Seputar Pengumuman CPNS Via WhatsApp

Awas! Ada Tipu-Tipu Seputar Pengumuman CPNS Via WhatsApp
Foto: Sejumlah warga antri saat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019). Pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai syarat administrasi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu meningkat drastis sejak pemerintah membuka formasi penerimaan CPNS tahun 2019 secara nasional. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengimbau masyarakat khususnya pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan pengangkatan CPNS.



Himbauan itu disampaikan Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian menyusul tersebarnya pesan singkat beredar melalui WhatsApp yang seolah mengkoordinasikan pembagian Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk Instansi Pusat.



Dalam pesan tersebut, pembagian NIP akan dilakukan bertempat di kantor departemen/kementerian atau lembaga masing-masing yang mendapat jatah khusus. Peserta diminta menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam.

Mereka juga wajib membawa nomor register, sementara yang belum mendapatkan nomor register harus membawa tanda pengenal.



"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini, proses seleksi CPNS dalam tahap verifikasi administrasi," ujar Andi, dikutip laman Sekretariat Kabinet, Selasa (10/12/2019).



Andi mengemukakan, tahap pendaftaran pada rekrutmen CPNS tahun 2019 baru saja usai dan masuk dalam tahap verifikasi administrasi.



Sementara untuk rekrutmen CPNS 2018, tahapan sudah selesai seluruhnya kecuali untuk Papua dan Papua Barat akan segera diumumkan.



Andi mengimbau masyarakat agar semakin berhati-hati dan lebih selektif terhadap informasi yang beredar dan mengkonfirmasi kebenarannya.



"Jika ada informasi terkait rekrutmen CPNS dimohon untuk lebih waspada dan mengonfirmasi ke Kementerian PANRB terlebih dahulu," jelasnya.[]

Sumber:CNBC
#janganmudik

Komentar

Loading...