Berniat Tularkan Virus, Pria Jepang Positif Corona Tewas

Berniat Tularkan Virus, Pria Jepang Positif Corona TewasChinatopix via AP
Ilustrasi. Seorang pria Jepang yang ingin menyebarkan virus corona di sebuah bar Filipina awal bulan lalu dilaporkan meninggal di rumah sakit akibat Covid-19.
A A A

Pejabat Kota Toyota mengungkapkan, seorang pegawai bar perempuan lain yang berusia 30-an tahun justru mengalami demam dan dinyatakan terinfeksi.

Jakarta, acehtoday.com -- Seorang pria Jepang yang disebut ingin menyebarkan virus corona saat datang ke bar khusus warga Filipina awal bulan lalu dilaporkan meninggal di rumah sakit akibat Covid-19.



Pria itu dilaporkan tinggal bersama orang tuanya yang juga dinyatakan terinfeksi virus corona. Ia juga dinyatakan memiliki penyakit bawaan yang cukup berat.


Laporan meninggalnya pria tersebut diungkapkan bersamaan dengan 39 kasus kematian harian akibat virus corona di Jepang, sehingga total korban tewas menjadi 876 jiwa.

Melansir South China Morning Post, Kamis (19/3), pria berusia 57 tahun itu sempat melakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan positif virus corona pada 4 Maret lalu.

Pria itu kemudian mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia ingin "menyebarkan virus".

Ia kemudian pergi ke bar tersebut menggunakan taksi, meski diminta untuk tinggal di rumah oleh pejabat kesehatan. Pihak berwenang setempat juga mengatakan mereka tak punya kuasa untuk melarangnya keluar rumah saat itu.



Polisi berencana memeriksa pria asal Gamagori, Aichi itu dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum setelah ia meninggalkan rumah sakit di hari berikutnya.



Kemudian, pada Jumat pekan lalu, polisi pun menyelidiki pria tersebut setelah mengetahui seorang pegawai perempuan di bar yang sama dinyatakan positif virus corona.

Pejabat Kota Gamagori menyatakan, pria tersebut berada di dalam bar itu sekitar 40 menit. Di sana, ia terlihat menyanyi karaoke dan merangkul seorang pegawai bar perempuan yang melayaninya.


Perempuan yang dirangkulnya kemudian dinyatakan negatif virus corona setelah diperiksa. Pejabat Kota Toyota mengungkapkan, seorang pegawai bar perempuan lain yang berusia 30-an tahun justru mengalami demam dan dinyatakan terinfeksi.



Sebelumnya, pria tersebut juga dilaporkan sempat menghabiskan waktu 15 menit di bar 'izakaya' khas Jepang.



Kedua bar itu ditutup sementara sejak 4 Maret. Manajer bar kemudian mengajukan laporan kerusakan kepada pihak berwenang Jumat lalu.



Prefektur Aichi saat ini merupakan salah satu wilayah dengan kasus virus corona domestik tertinggi, yakni 120 kasus. Peringkat pertama diduduki Hokkaido dengan 150 kasus.

Lembaga Kesehatan Jepang menyatakan negara itu memiliki 13 wilayah penyebaran virus corona, dengan lebih dari 900 kasus. Salah satu wilayah penyebarannya merupakan panti jompo di pusat provinsi.[]

Sumber:CNN

Komentar

Loading...