Dahniar, Ibunda Cik Gu Zaki ingin ke Nabire

Guru Kontrak dari Aceh yang meninggal di Nabire

Dahniar, Ibunda Cik Gu Zaki ingin ke Nabire
A A A

 Banda Aceh, acehtoday.com -- Innalilahi Wainna Ilaihi Rajiuun. Koordinator Umum ADO Aceh For Papua Cut Asmaul Husna turut berduka atas berpulangnya kerahmatullah Muhammad Zaki Bin Zakaria.

Muhammad Zaki Bin Zakaria warga asal Cot Kruet Kecamatan Makmur Bireun,  sementara Dahniar Ibundanya berdomisili di Krueng Mane.

Lahir tahun 1984, Cik GU Zaki merupakan Guru Penggerak Daerah Terpencil dengan status honorer, di Kabupaten Intan Jaya dan tinggal di Nabire Papua.

“Tahun 2019, kami yang tergabung dalam ADO (Awak Droe Only) for Papua melakukan pendataan warga Aceh yang bertugas di papua dengan berbahai profesi sebagai wujud kepeduliaan kemanusiaan, untuk memastikan warga Aceh di Papua dalam kondisi baik karena sempat bergejolak waktu.” Kata Cut.

Cik Gu Zaki begitu begitu Ia akrab disapa, merupakan salah seorang yang didata.

“Kami juga senang pernah menjadi bagian untuk melakukan pendataan warga Aceh yang di Papua,”

Menurut punuturan Cut, Cek Gu Zaki pernah mengabdi sebagai pendidik di Krueng Mane Aceh Utara.

Kemudian Ia berangkat mengabdikan dirinya di tanah Papua, bahkan di pedalaman Intan Jaya dan juga Kabupaten Nabire. Jarak yang teramat jauh, dari daerah asalnya kabupaten Bireun, Aceh.  

“Hari ini kami  mendampingi ibunya di Banda Aceh yang rencananya berangkat ke Nabire karena mengetahui anaknya sedang sakit di RS Nabire.  Berita sakitnya Cik Gu Zaki kami terima dari dr Yusrawati dan suaminya dr Mirza Subki yang selama ini bersama Cik Gu Zaki di Nabire,” tambah Cut Asmaul Husna.

Menurut Cut, Keluarga Besar ADO For Papua telah mencoba membantu untuk memfasilitasi ibu Dahniar (Ibunda Cek Gu Zaki) agar dapat berangkat ke Nabire menjeunguk anaknya yang sedang sakit.

“Ternyata Allah berkehendak lain, Cik Gu kembali kepangkuan ilaihi tadi pagi jam 3.30 Wit.  Kini ibundanya tinggal sendiri, sejak 8 tahun lalu ayahnya juga telah meninggal,” tambah Cut.

Kini ibu Dahniar tingal sendiri di Krueng Mane, di sebuah rumah yang disewakan Cek Gu Zaki sebelum Ia berangkat ke Papus.

“Ibunya juga tidak memiliki rumah yang layak untuk dihuni. Kami juga mengharapkan dan mohon bantuan  kepada semua pihak dapat membantu dan menfasilitasi rumah untuk ibunda  Dahniar ibunya Zaki,” kata Cut.

Selain itu ibu Dahniar juga ingin berangkat ke Nabire, perlu ada pihak yang fasilitasi, karena ibunya ingin sekali ke Nabire.

“Ibunya berniat juga ingin menanyakan apakah masih ada sangkut hal-hal yang belum selesai oleh Cik Gu Zaki selama di Nabire,”.[]

Komentar

Loading...