Rba3

Delegasi Indonesia Dan India Gelar Meeting Join Working Grub Bersama BPKS

Delegasi Indonesia Dan India Gelar Meeting Join Working Grub Bersama BPKSHumas BPKS Sabang
A A A

Bangun Kerjasama,  Pengembangan Pelabuhan Sabang dan Infrastruktur di Kawasan Sabang, Delegasi Indonesia Dan India Gelar Meeting Join Working Grub Bersama BPKS

Sabang, acehtoday.com - Delegasi India yang diwakili oleh Konsulat Kedutaan Besar India Kantor wilayah Medan  bersama Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves),  Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Kementerian Perhubungan RI, Pemerintah Aceh, dan juga Pemerintah Kota Sabang menggelar rapat koordinasi  Join Working Grub (JWG) bersama dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang ( BPKS) terkait rencana kerjasama pengembangan  Daerah Kawasan Sabang dan Infrastruktur Pelabuhan.


Joint Working Group Meeting (JWG) Development of Port and Infrastructure in and around Sabang yang dilaksanakan pada Selasa 15 Maret 2022 di Kantor Kedeputian komersil dan Investasi Badan Pengusahaan Kawasan dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India, khususnya yang merupakan bagian aktivitas dari Joint Task Force on Connectivity of Aceh and Andaman-Nicobar Islands.


Acara ini diawali dengan tinjauan lapangan ke CT 1 & 3 Pelabuhan BPKS dengan agenda pengembangan untuk menjadi terminal container, multipurpose terminal dan bunkering service, tinjauan selanjutnya menuju rencana lokasi kantor Bersama dengan pihak India di Museum Sabang.


Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kemenko Marves, Dr. Eng. Lukijanto, secara virtual. Beliau menyambut kehadiran delegasi India dan team pada kegiatan JWG ini.
“Pembangunan konektivitas matritim dan investasi di wilayah terluar merupakan suatu prioritas bagi Presiden Joko Widodo pada periode keduanya, termasuk Aceh” ungkap beliau.


Menurutnya, Pengembangan Pelabuhan Sabang dan infrastruktur lainnya di sekitar Sabang didorong oleh Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.


Pengembangan Pelabuhan Sabang memiliki potensi dalam hal letak geografisnya yang strategis di Kawasan atau khususnya dalam perspektif konektivitas Andaman (India) dan Aceh (Indonesia).

Perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya antara Otorita Andaman- Aceh serta kerja sama baik G to G dan B to B dapat diuntungkan dari pengembangan Pelabuhan Sabang ini.


Hadir secara onsite Ibu Velly Asvaliantina selaku Koordinator Fungsional Ahli Madya Infrastruktur Pelayaran Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi sekaligus Focal Point untuk Working Group 3 yang dikhususkan membahas Pengembangan Pelabuhan dan Infrastruktur di sekitar Sabang.

Beliau menekankan bahwa memang diperlukan tindak lanjut dari JWG ini seperti mendirikan Tim dan Kantor Proyek Gabungan Indonesia-India, penyusunan FS/ Detailed Project Report untk penyusunan proposal investasi dan lain-lain.


JWG ini juga dihadiri oleh Kepala BPKS selaku pihak yang akan bekerja sama langsung oleh team teknis dari India, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Sabang. Dari Pihak India dihadiri oleh Ministry of Ports, Shipping and Waterways, Ministtry of Fisheries, Animal Husbandary and Diarying, Ministry of External Affairs, Consulate General India di Medan, dan juga RITES team yang merupakan tim teknis dari negara tersebut.


Dalam kesempatan tersebut Kepala BPKS Iskadar Zulkarnain menyebutkan, Kerjasama ini akan memberi dampak positif bagi pengembangan Daerah Kawasan Sabang dan mendorong peningkatan Ekonomi masyarakat dari berbagai sektor.


“ Kerjasama antara kedua Negara ini, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian rakyat secara umum dan mendorong pengembangan  Daerah Kawasan Sabang serta Infrastruktur Pelabuhan,” tegasnya.


Ia juga menyebutkan, rencana lainnya berupa kerja sama antar pelabuhan yaitu Pelabuhan Sabang dan Port Blair yang kedepannya diharapkan dapat menjadi Sister Port yang akan menguntungkan kedua negara secara ekonomi.


Hasil dari kegiatan JWG ini lebih lanjut yaitu tim dari India akan akan bekerja langsung dari Sabang bersama tim dari BPKS dalam penyusunan FS/ Detailed Project Report pengembangan Pelabuhan Sabang dan Infrastruktur lainya di sekitar Sabang. Sejalan dengan itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Navigasi akan melakukan kajian – Feasibility Study, Risk Assesment, Cost Benefit VTS Sabang termasuk Studi Alur Sea Land of Sabang untuk TA 2022.


Sebelumnya, juga telah dilakukan beberapa kali meeting yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri dengan membagi beberapa Working Group sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada Kementerian/ Lembaga terkait.


Kerja sama Indonesia dan India merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Narendra Modi pada tahun 2018 yang membahas Visi Bersama Kerja Sama Maritim di Indo-Pasifik (Statement on Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific).

Visi bersama tersebut menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan di kawasan antara lain melalui pengembangan konektivitas ekonomi yang berlandaskan pada norma-norma universal, hukum internasional, transparansi, dan saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah.


Kedua Kepala Pemerintahan menggaris bawahi bahwa konektivitas bisnis berperan penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kaitan ini, kedua kepala negara sepakat untuk mengambil langkah konkrit untuk meningkatkan konektivitas antara Andaman dan Nicobar dan propinsi-propinsi di Pulau Sumatera, guna mendorong perdagangan, pariwisata dan people to people contacts; serta memfasilitasi hubungan bisnis antara KADIN kedua negara.[]

Komentar

Loading...