Rba3

Di Covid-19,  PT Trans Continent Kirim Alat Pertambangan ke Bitung

Di Covid-19,  PT Trans Continent Kirim Alat Pertambangan ke BitungIst
truk PT Trans Continent turun di dermaga Bitung menunjuk lokasi pertambangan
A A A

Manado, acehtoday.com  - Perusahaan ekspedisi berskala internasional PT Trans Continent mengirim alat pertambangan di bawah protokol kesehatan yang ketat.  Alat-alat pertambangan yang beratnya ratusan ton itu dikirim dari Kalimantan Timur ke Bitung Sulawesi Utara.

"Alat-alat pertambangan itu dikirim melalui laut selama empat hari hingga berlabuh ke dermaga Bitung. Lalu masuk ke rimba sejauh 40 km. Kami tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat agar pekerja tetap aman dan sehat,” kata CEO PT  Trans Continent Ismail Rasyid, Kamis (25/6/2020) di Manado.

Ismail menyatakan,  atas kepercayaan client, profesional karyawan Trans Continent, dan doa-doa orangtua dan warga Aceh,  di masa Covid-19 yang ganas,  perusahaan  ini  menang tender mengirim alat-alat pertambangan antarpulau dari  Kalimantan ke Sulawesi.  Truk yang mengakuat alat pertambangan naik ke kapal LCT (Landing Craft Tank) dan berlayar ke dermaga Pelabuhan Samudera Samudera Bitung Roll ON dan Roll Off (RORO) dan kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi pertambangan. Kontrak ini untuk  mendukung eksplorasi pertambangan emas selama 2 tahun di Sulawesi Utara.  Pelayanan yang diberikan oleh PT Trans Continent meliputi pengangkutan melalui darat, laut  hingga udara dengan menyewa pesawat komersial.

“Pengiriman alat berat itu melewati perkampungan, perbukitan dan  pegunungan. Setiap melewati jembatan, kami telah mengukur kemampuan jembatan menahan beban di truk.” Jelas Ismail.

PT. Trans Continent merupakan perusahaan yang bergerak di bidang multi moda transport, logistics & supply chain dengan core business di bidang industri pertambangan, perminyakan, energi  serta perdagangan. Sekaligus penyediaan jasa pergudangan , custom clearance dan penyediaan Logistics Hub. Saat ini  perusahaan itu memiliki 19 cabang di Indonesia, dua di luar negeri (Australia & Philipina serta Networks di 80 negara.

Komentar

Loading...