Disbudpar Aceh Gelar Festival Tari Kreasi Baru, 13 Grup Ikut Ambil Bagian

Disbudpar Aceh Gelar Festival Tari Kreasi Baru, 13 Grup Ikut Ambil Bagian
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Festival Tari Kreasi Baru tingkat Kabupaten/Kota. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Gedung Tertutup Taman Seni dan Budaya Aceh mulai tanggal 23-24 Maret 2021.

Kegiatan ini disiarkan secara streaming melalui channel akun Youtube “Disbudpar Aceh” dan akun “Serambi on TV”. Masyarakat umum pecinta tarian kreasi baru dapat menikmati dan menyaksikan festival dimaksud melalui kanal Youtube tersebut di atas.

Tercatat ada 13 grup peserta Tari Kreasi Baru yang akan mengikuti lomba difestival kali ini, diantaranya ada yang berasal dari Pidie Jaya, Takengon, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Penampilan para peserta akan dinilai oleh tim juri yang berkompeten dengan mempedomani persyaratan yang sudah disepakati dengan perwakilan peserta, melalui technical meeting yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2021 di Banda Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kepala Bidang Bahasa dan Seni mengatakan, Festival Tari Kreasi Baru 2021 yang mengusung tema “Aceh Stories” bertujuan untuk memfasilitasi pegiat seni tari untuk menuangkan kreativitas dalam karya yang menarik dan layak tampil dipanggung pertunjukan baik skala event lokal maupun nasional.

Kita tahu bahwa kesenian Aceh menyimpan banyak khazanah untuk digali dan dikembangkan, agar kekayaan seni budaya dapat terus terpelihara dan terjaga.

“Kita berharap kesenian Aceh terus tumbuh berkembang dan menjadi kebanggaan bagi generasi penerus untuk mencintai dan melestarikan keuneubah indatue, dengan semakin giatnya melakukan inovasi agar berkembang seiring dengan perkembangan zaman”, kata Nurlaila.

Tari Kreasi adalah jenis tarian yang terus mengalami perkembangan dan penambahan yang dimodifikasi secara kreatif dengan tidak menghilangkan unsur tradisinya maupun nilai-nilai yang menjadi filosofi tarian itu sendiri.

Selain gerakan tariannya, irama dan busana juga ditampilkan beragam yang dipadu padan secara apik tanpa menghilangkan unsur tradisi, sehingga dalam perkembangannya akan melahirkan karya atau tarian baru yang lebih dinamis, pungkas Nurlaila.

Kebiasaan baru diera new normal ini mengharuskan pekerja seni juga perlu menyesuaikan konsep pertunjukan. Tak hanya soal keamanan, kenyamanan dan keluwesan berkarya, kita juga diharuskan untuk mengimplimentasikan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu pada setiap pertunjukan kesenian yang diselenggarakan semua pihak yang terlibat diharapkan selalu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, tutup Nurlaila.[]

Komentar

Loading...