Dr. Taqwaddin: Pemerintah Aceh Jangan Bikin Kurus Investor

Dr. Taqwaddin: Pemerintah Aceh Jangan Bikin Kurus Investor
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com – Pemerintah Aceh diminta fokus, serius, dan berkolaborasi dengan multi pihak untuk memudahkan investor. Kolaborasi dengan DPRA, LSM, warga masyarakat lokal harus dilakukan agar tidak jadi penghambat saat investasi masuk.

“Sebaiknya dipilih orang yang tepat dan bebas dari kepentingan politik untuk diberi tugas mengurusi investor. Bukan yang membuat kurus investor atau malah menyedot APBA tanpa hasil, “ kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin Husen, Minggu (17/5/2020) di Banda Aceh.

Taqwaddin menyatakan, Pemerintah Aceh harus segera lengkapi fasilitas yang harus ada sebagai sebuah kawasan industri. Tidak ada masalah jika Pemerintah Aceh (Pengelola KIA) mengajak UKM (Usaha Kecil Menengah) untuk memanfaatkan KIA Ladong.

Seperti bengkel teralis, bengkel mobil, usaha perabot, dan lain-lain bisa disatukan di KIA Ladong agar KIA bisa mulai bergerak.

“Tentu kepada mereka yang mau ke KIA diberi fasilitas yang patut, ternasuk kemudahan kredit lunak,” pintanya.

Sebagaimana diketahuk, PT Trans Continent, investor pertama yang melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Sabtu (31/8/2019), pada Jumat (15/5/2020) menarik seluruh alat kerja yang sudah enam bulan ditempatkan di sana.

Setiap bulan perusahaan kaliber internasional yang dibangun oleh putra Aceh Ismail Rasyid, harus merugi Rp600 juta. Total investasi yang telah ia curahkan ke sana Rp 30 miliar, termasuk pengadaan alat berat yang dibeli baru untuk menunjang rencana bisnis di Serambi Mekkah.

“Saya mundur dari KIA Ladong. Pemerintah Aceh melalui PT PEMA tidak memiliki komitmen yang jelas. Mereka tidak bergerak sama sekali. Sejak datang ke sana [KIA) Ladong], kami tidak bisa bekerja,” ujar Ismail Rasyid, Sabtu (16/5/2020).[]

Komentar

Loading...