Ekspor Aceh Meningkat 26 % pada 2019

Ekspor Aceh Meningkat 26 % pada 2019
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com – Plt. Kadis Perindag Aceh Muslem Yacob, mengatakan Pemerintah Aceh terus meningkatkan nilai ekspor dengan mengandalkan produk unggulan ekspor seperti kopi arabika Gayo special, ikan tuna, minyak nilam, CPO, cengkeh, pinang dan batu bara.

Hal itu disampaikan Muslem Yacob dalam pembukaan acara Forum Informasi Pasar Perwakilan Perdagangan RI di Luar Negeri, pada Selasa 10 Maret 2020 di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh.

Menurutnya, realisasi ekspor Aceh pada Tahun 2019 sebesar 317 juta USD, meningkat sebesar 26 % dibandingkan tahun sebelumnya. Negara tujuan utama produk ekspor Aceh antara lain India, Amerika Serikat, Belgia, Jepang, Kanada dan Thailand.

Capaian tersebut tidak terlepas dari peran Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang terus focus meningkatkan ekspor Aceh, diantaranya dengan program designer dispatch service sehingga menghasilkan produk ekspor yang sesuai dengan kebutuhan pasar luar negeri, melakukan promosi dan misi dagang guna lebih mengenalkan produk Aceh ke pasar dunia.

Usaha lainnya yang dilakukan Nova Iriansyah, yaitu dengan membuka akses jalur perdagangan baru, salah satunya ikut mendukung misi konektivitas dagang langsung Aceh dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar India.

Jalur perdagangan tersebut merupakan implementasi dari Visi Bersama Kerja Sama Maritim di Indo-Pasifik antara Indonesia dan India (Statement on Shared Vision of India-Indonesia Maritime Cooperation in the Indo-Pacific) yang dibahas dan disetujui Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Narendra Modi beberapa waktu lalu.

Jalur perdagangan ini akan terus dimanfaatkan Pemerintah Aceh untuk mengekspor berbagai produk Aceh sebagai suplai kebutuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar yang sebelumnya sebagian besar kebutuhan Andaman dan Nicobar harus didatangkan dari daratan India.

Baru-baru ini, Nova Iriansyah juga melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk membicarakan realisasi komitmen investasi UEA di Aceh, terutama di bidang pariwisata, properti dan pembangunan infrastruktur dan energi.

Di antara yang dibahas adalah pencapaian investasi Abu Dhabi di Aceh seperti Mubadala Petroleum yang sudah melakukan investasi minyak di wilayah Selat Malaka (Andaman I dan II) dan Indonesia pada umumnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Ganev Judawati mengapresiasi peningkatan ekspor produk unggulan Aceh yang mencapai 26 % pada tahun 2019. Sementara ditingkat Nasional justru sedang mengalami penurunan.

“Perlu di apresiasi apa yang sudah dicapai Pemerintah Aceh ini, disaat secara Nasional mengalami penurunan Ekspor, Pemerintah Aceh justru ekspornya meningkat,” katanya.

Selain itu menurut Ganev Judawati,  untuk peningkatan ekspor perlu pemberian pelayanan informasi tentang pasar luar negeri.

Pemerintah RI melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan telah memiliki kantor-kantor perpanjangan tangan di luar negeri seperti Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag).

Keberadaan organisasi diberbagai negara tersebut untuk memperoleh informasi ekspor yang valid dan reliable, melalui kegiatan market intelligence. Selain itu peran organisasi tersebut juga untuk meningkatkan market share Indonesia melalui kegiatan promosi.

Adapun layanan informasi yang diberikan kepada eksportir Indonesia meliputi peluang pasar dan strategi untuk menembus pasar ekspor. Informasi serupa juga ditawarkan kepada calon pembeli potensial dari produk-produk non-migas Indonesia.

“Untuk memperoleh informasi pasar luar negeri, hal ini sangat perlu diketahui para pelaku usaha untuk mengekspor produknya terutama informasi mengenai peluang pasar dan strategi untuk menembus pasar ekspor negara tertentu,” pungkasnya. []

Komentar

Loading...