Fokus Belanja Prabowo Beli Radar, Pesawat dan Kapal Perang

Fokus Belanja Prabowo Beli Radar, Pesawat dan Kapal Perang
Foto: Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap meninggalkan lokasi konferensi pers seusai memberikan keterangan terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
A A A

Prabowo fokus pada pengadaan tiga kebutuhan tersebut. Pasalnya, Indonesia masih kekurangan alat itu. Misalnya peluru, kebutuhan per tahun 1 miliar, tapi hanya mampu produksi 450 juta.

Jakarta, acehtoday.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menargetkan pembelian sejumlah alat utama sistem senjata pada 2020. Sejumlah alat tersebut seperti radar, kapal perang, pesawat tempur hingga rudal.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan saat ini kementerian terus menginventarisir persenjataan yang dianggap perlu.

"Semuanya terus diinventarisir beliau akan fokus terutama pada radar salah satunya. Lalu pesawat dan kapal. Termasuk fokusnya adalah industri peluru," katanya di Kemenhan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dia menyebut, Prabowo juga ingin fokus pada pengadaan pesawat tempur. Kendati demikian, pemerintah belum menentukan membeli persenjataan itu dari negara mana saja.

"Memang beliau ingin fokus pada pesawat tempur, kemudian soal kapal perang dan juga radar. Karena yang paling urgent di kita hari ini dan menurut pak Prabowo penting adalah radar dengan misil," ujarnya.

Di sisi lain, Kemhan tengah berfokus pada industri peluru. Dia memberi contoh PT Pindad hanya mampu memproduksi sekitar 450 juta per tahun. Sedangkan, kebutuhan senjata di Tanah Air mencapai 1 miliar peluru.

"Masih kurang 550 juta peluru lagi. Seperti pesan presiden supaya merevitalisasi industri dalam negeri. Pak Menhan mendorong industri dalam negeri swasta untuk masuk pada industri peluru," ujarnya.[]

Sumber:BISNIS
Hotline Covid-19

Komentar

Loading...