Fotografer Internasional Bagi Tips Meliput Covid-19

Fotografer Internasional Bagi Tips Meliput Covid-19Beawiharta
Mural membawa jenazah
A A A

Jakarta, acehtoday.com -  Amankah meliput wabah korona? Tidak sama sekali.  Kenapa liputan korona beresiko tinggi? Karena tidak seorang pun yang imun terhadap korona.

Artinya semua orang bisa tertular. Ketika seseorang meninggal karena covid-19, tidak seorang pun keluarga yang boleh membuka bungkusnya. Juga, tidak boleh dibawa dalam keranda seperti kematian biasa.

Setiap meliput di wilayah yang tidak aman, berbahaya, seperti juga wabah, pertimbangkan hal ini. Ini yang selalu ditanyakan editor ketika meliput di tempat yang tidak aman, berikut ini tips  Beawiharta fotografer internasional  yang dikutip dari FB, Ahad  29 maret 2020.

1. Jangan lakukan liputan kalau tidak penting sekali. Foto apa yang dicari? Visual apa yang akan kamu dapat? Cukup pentingkah visual itu sehingga cukup berharga dan sebanding dengan keselamatanmu, keluarga dan lingkunganmu.

Jawab ini dulu. Seperti yang terjadi dua hari lalu, apakah untuk mendapatkan sebuah foto press konfrence dengan berdesak-desakan cukup berharga dibanding nyaw? Ketika tertular, kita membawa wabah itu ke rumah, dan juga ke kantor.

Berbeda dengan meliput konflik, ketika tertembak, hanya kita yang celaka. Kalau jawabnya iya cukup penting, kita ke nomor dua. Sudah paham bagaimana korona menular dari satu manusia ke lainnya?

Wabah korona menular mirip flu biasa. Melalui titik-titik air liur yang menempel di permukaaan apa saja. Bisa di karpet kantor, jok mobil, baju, masker,  dan  lain-lain:

 2. Jangan naik kendaraan umum berramai-ramai, apalagi bila meludah adalah sebuah kebiasaan di tempat itu.

 3. Jangan naik mobil ber AC bersama orang yang menderita flu, kamu akan menderita flu juga. Jangan naik pesawat terbang, ini mirip dengan mobil ber-AC, sebuah sirkulasi tertutup.

 4. Jangan berada satu ruangan tertutup dengan orang yang menderita flu. Sudah dengar banyak sekali pegawai sebuah kantor di Merdeka Barat, Jakarta yang tertular covid-19 dari satu orang pembawa.  Dan beberapa sudah meninggal.

 5. Gunakan masker bila kamu tidak bisa mempertahankan jarak antar-manusia sejauh 2 meter.

 6. Jangan percaya “kata orang”. Misalnya, katanya di sini hanya dua orang tertular. Kamu harus berasumsi bahwa yang tertular lebih banyak dari yang kamu dengar sehingga kamu terus berhati-hati.

Kalau point nomor  1. jawabnya tidak. Maka jangan meninggalkan rumah untuk sebuah assignment yang tidak penting. Lalu dari mana koran, editor mendapatkan foto? Bagaimana tanggungjawab saya terhadap kantor? Kamu dan editor/redakturmu adalah sebuah sistem, berdua bukan badan yang terpisah.

Manfaatkanlah citizen jurnalis untuk mendapatkan foto yang kalian inginkan. Hari ini semua orang adalah fotografer. Semua orang adalah kameraman. Jadi siapapun yang ada di tempat itu, dia bisa memotret dan membuat video. Perluaslah koneksimu juga koneksi edito untuk mencari kontak di tempat acara yang akan berlangsung. Manfaatkanlah mereka. Gunakan photo pool.

Tugas editor dan fotografer  meyakinkan narasumber bahwa serah terima bantuan itu cukup diberitakan melalui press release yang bisa dikirim melalui email dan foto. Kalau itu berhasil, maka kalian akan mendapat foto, video, dan berita tetapi dengan cara yang tidak membahayakan kamu, keluarga dan teman-temanmu sekantor.

Satu lagi, wartawan peliput bukan bertamasya, jadi sangat tidak pantas berpose di area berbahaya lalu membawa spanduk yang isinya “kamu di rumah, kita memberitakan untuk Anda.” Yang pantas melakukan ini adalah tenaga medis yang berperan membantu yang sakit. Yang pantas adalah ojol-ojol yang mengantar makanan buat banyak orang. Bukan wartawan karena kita adalah peliput.[]

Komentar

Loading...