Gerakan #MediaLawanCovid19 Ajak Masyarakat Tak Nekat Mudik

Gerakan #MediaLawanCovid19 Ajak Masyarakat Tak Nekat Mudik
A A A

Melalui kampanye masif yang masih menggunakan tagar #AmanDiRumah dan #MediaLawanCovid19 ini diharapkan bisa mengajak dan mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung bisa tersebar luas hingga ke kelompok masyarakat di unit terkecil.

Jakarta, acehtoday.com – Kampanye untuk mencegah masyarakat agar tidak menjalankan tradisi mudik di tengah pandemi virus Corona terus digalakkan.

Tak hanya pemerintah, kalangan media juga turut mengampanyekan agar masyarakat tetap di rumah.

Pada kampanye kali ini, media meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik”. Kampanye besar kedua ini dilakukan untuk meredam potensi kian luasnya penyebaran virus Corona dari Jakarta ke berbagai daerah. 

Melalui kampanye masif yang masih menggunakan tagar #AmanDiRumah dan #MediaLawanCovid19 ini diharapkan bisa mengajak dan mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung bisa tersebar luas hingga ke kelompok masyarakat di unit terkecil, seperti di tingkat RT/RW, kelompok arisan, aktivitas keagamaan, dan lainnya. 

Aksi ini menindaklanjuti publikasi konten perdana pada Selasa 24 Maret 2020 lalu bertajuk “Jaga Jarak” yang juga menggunakan tagar #AmanDiRumah

Kampanye “Jangan Mudik” ini dianggap penting, karena diperkirakan ada sekitar 15 juta pemudik yang akan meninggalkan Jakarta ke berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa. 

Jika hal tersebut terjadi, maka dikhawatirkan arus mudik penduduk akan membuat wabah virus Corona menjalar dengan cepat dan menambah zona merah di berbagai daerah tujuan pemudik.

Berbagai imbauan telah dikeluarkan oleh para pemimpin pusat dan daerah yang meminta masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik. Namun, belum adanya larangan resmi dari pemerintah membuat arus mudik tetap deras mengalir ke berbagai wilayah.  

Atas dasar itu, maka pada Minggu pagi ini 29 maret 2020 kampanye edukasi “Jangan Mudik” mulai dilakukan oleh berbagai media yang tergabung dalam #MediaLawanCovid19.  

Terdapat sejumlah produk bersama yang dapat digunakan, yakni dua poster, dua iklan layanan masyarakat di radio, dan satu materi tayangan video. Di samping itu, terdapat satu video konten bersama, yang mengandung pesan semangat untuk berbagi.  

Untuk semakin menggaungkan kampanye “Jangan Mudik”, berbagai produk yang dibuat oleh media masing-masing juga akan dipublikasikan secara simultan. Produk itu dapat digunakan oleh semua media dengan mencantumkan tagar #MediaLawanCovid19. 


Hal ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan tenaga, alat dan waktu di tengah situasi kerja dari rumah. Dengan begitu, jumlah konten yang dapat dipublikasikan pun menjadi berlipat ganda.[]

Komentar

Loading...