Hand Sanitizer Diburu, Harga pun Melejit

Hand Sanitizer Diburu, Harga pun Melejit
Plt Kadisperindag Aceh Muslem Yacob dan Ketua Tim Satgas Pangan Polda Aceh AKP Agus Priadi SH melakukan Sidak di Toko Jingki Mali dan Suzuya Mall banda Aceh. Hasil Sidak masker dan pembersih tangan kosong di pasaran. Selasa, 10/3/2020.
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Permintaan produk-produk kebersihan seperti hand sanitizer atau pembersih tangan semakin banyak diburu oleh konsumen, selain juga masker di tengah bertambahnya kasus positif corona di Indonesia yang diumumkan pertama kali sejak Senin 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kondisi yang sama juga terjadi setiap pengumuman tambahan kasus positif baru corona di Indonesia. Selain peningkatan permintaan, juga ada kenaikan harga produk-produk tersebut di toko online.

Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh telunjuk.com, sebuah platform mesin pencari khusus untuk kegiatan belanja online. Mereka melakukan survei terhadap tiga platform e-commerce yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee pada periode 26 Februari sampai 4 Maret 2020, berdasarkan 6.001 data.

Setelah Jokowi mengumumkan dua warga Depok terinfeksi virus corona (2/3), produk hand sanitizer mulai diburu konsumen baik dalam toko ritel offline maupun toko online e-commerce.

Dari Aceh dilaporkan, Tim Satgas Pangan Polda dan Disperindag Aceh pada Selasa 10 Maret 2020 lalu, melakukan sidak ke toko penyedia alat kesehatan Jingki Mali di Setui Kota Banda Aceh tidak menemukan ketersediaan masker dan hand sanitizer di toko tersebut.

Toko Jingki Mali, merupakan grosir penyedia barang-barang medis, termasuk hand sanitizer dan masker, yang beralamat di Jalan T Umar, sekitar 3 Km dari Suzuya Mall.

“Sudah habis Pak. Kami sudah tidak menyediakan lagi masker dan hand sanitizer, karena harga barangnya mahal, kami tidak berani menjual dengan harga yang mahal. Permintaan cukup tinggi, setiap harinya lebih dari 10 permintaan yang datang ke toko kami,” tegas Lina penjaga toko tersebut.

Bahkan, di pintu kaca toko tersebut sebelumnya sudah di tempel pengumuman “MOHON MAAF MASKER DAN HAND SANITIZER KOSONG”.

Manager Store Suzuya Setui, Nila Marlina kepada Plt. Kadisperindag Aceh, mengatakan, pada Januari lalu, pihaknya masih menjual masker dan cairan pencuci/pembersih tangan (hand sanitizer).

Namun  pada minggu kedua Februari lalu lanjutnya, banyak masyarakat yang memborong masker dan bahan pembersih tangan tersebut, sehingga stoknya sudah habis.

Pada minggu keempat Februari, kata Nila, pihaknya sudah melakukan pemesanan kembali ke distributor masker dan alat pembersih tangan merek Antis ke penyalurnya di Medan, tapi sampai minggu pertama Maret ini, barangnya belum juga sampai di Suzuya Setui, Banda Aceh.


Pada Senin 9 Maret 2020, dalam situs resmi Kemkes.go.id, pemerintah melalui Juru Bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa per 9 Maret 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia bertambah 13 kasus dari sebelumnya, sehingga jumlah kasus menjadi 19 kasus dengan pasien termuda berusia 16 tahun dan pasien tertua berusia 59 tahun. 

"Telunjuk.com sebagai e-commerce hub di Indonesia telah menghimpun data mengenai anomali penjualan hand sanitizer di beberapa toko online di antaranya adalah Tokopedia, Shopee dan Bukalapak," jelas perseroan dalam keterangan resminya, Kamis (12/3).

Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa estimasi total penjualan pada tiga e-commerce tersebut mencapai puncaknya yaitu sebesar Rp 159.560.430 pada 2 Maret 2020, lalu mengalami penurunan di 3 Maret 2020.

Namun semenjak pengumuman adanya tambahan kasus positif corona di Indonesia, pada Selasa (10/3) jumlah kasus positif menjadi 27 orang telah menimbulkan efek kenaikan estimasi total penjualan menjadi Rp 30.657.900 pada Rabu (11/3)

Selain itu harga di produk-produk hand sanitizer juga mengalami kenaikan dengan rata-rata menjadi Rp 46.404/botol di Tokopedia, Shopee dan Bukalapak sejak tanggal 2 Maret 2020 dan kembali lagi meroket harganya dengan puncak kenaikan pada Rabu (11/3) yaitu menjadi Rp 60.570.

Telunjuk.com juga telah mencatat produk-produk hand sanitizer yang paling laris di Tokopedia, Shopee dan Bukalapak.

Dari data yang diperoleh, muncul beberapa merek yang cukup sulit ditemui di toko ritel offline diantaranya adalah Aseptic Gel OneMed 500ml, Softa-Man Braun Hand Sanitizer 500ml dan Brata Med Hand Sanitizer 500ml.[]

Sumber:CNBC

Komentar

Loading...