Rba3

Harga CPO Naik 1,7%, Ini Dia Penyebabnya

Harga CPO Naik 1,7%, Ini Dia Penyebabnya
Foto: Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) Malaysia menguat pada perdagangan intraday hari ini. Melesatnya harga minyak kemarin jadi sentimen positif untuk harga CPO.

Selasa (16/6/2020) pada 11.06 WIB, harga CPO kontrak untuk pengiriman Agustus 2020 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange mengalami apresiasi sebesar 1,67% ke RM 2.368/ton.

Kemarin harga minyak mentah naik 2%. OPEC+ terus berupaya untuk memastikan bahwa pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) hingga bulan Juli benar-benar dipatuhi oleh anggotanya terutama beberapa negara seperti Iraq yang komitmennya rendah di bulan lalu.

Bangkitnya ekonomi China sebagai salah satu konsumen minyak terbesar di dunia juga membuat harga ikut tertopang. CPO merupakan salah satu bahan baku biodiesel yang menjadi bahan bakar pengganti minyak.

Anjloknya harga minyak mentah membuat penggunaan CPO untuk biodiesel menjadi kurang ekonomis sehingga berdampak pada permintaannya.

Kabar baik lain yang juga ikut menopang harga CPO adalah ekspor minyak sawit bulan Juni yang diperkirakan melesat.

Ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1 hingga 15 Juni melonjak 82,7% dari periode yang sama bulan Mei, menurut data dari surveyor kargo Amspec Malaysia yang dirilis selama istirahat tengah hari.

"Lonjakan kemungkinan karena pengiriman yang lebih besar ke India, Pakistan dan Uni Eropa," kata Varqa.

"Harga minyak mentah (berjangka) diperdagangkan di kedua sisi pasar karena prospek ekspor Juni yang kuat tetapi juga terbebani oleh kegelisahan di pasar ekuitas karena ketakutan akan kebangkitan pandemi," kata Sathia Varqa dari Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, melansir Reuters.

Namun harga minyak kini dibayangi dengan adanya ancaman gelombang kedua wabah. Beijing dan beberapa negara bagian di AS kembali melaporkan adanya lonjakan kasus baru akhir-akhir ini.[]

Sumber:CNBC

Komentar

Loading...