Harga Gula Tembus Rp 22.000, Imbas Wabah Covid-19 di Aceh

Nova Iriansyah Minta Kuota Gula Untuk Aceh di Tambah

Harga Gula Tembus Rp 22.000, Imbas Wabah Covid-19 di Aceh
Screensgot Surat Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com – Mewabahnya virus Covid-19 di Aceh berimbas pada kenaikan harga-harga pangan di berbagai daerah. Di Aceh, harga gula dipasaran terus menanjak, sejak pagi tadi di pasar Peunayong Banda Aceh 1 kg gula naik mencapai Rp 22.000. Kamis 26 Maret 2020.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt), Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah menyurati Menteri Perdagangan RI, meminta proses percepatan pendistribusian dan penambahan kuota gula untuk Aceh.

Dalam surat bernomor 551/5365 yang ditandatangani langsung Nova Iriansyah pada, pada Selasa 24 Maret 2020 kamerin tersebut disampaikan perihal kelangkaan gula di Aceh saat ini..

Kelangkaan tersebut mengakibatkan harga harga gula yang terus menanjak, pada 26 Maret 2020, hari ini harga gula di Pasar Peunayong meningkat mencapai Rp 22.000 per kilogram.

Harga itu jauh di atas acuan penjualan tingkat konsumen sebagaimana ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram. Sementara disisi lain, kebutuhan konsumsi gula di Aceh dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa diperkirakan sebesar 4028,64 ton setiap bulannnya.

Berkenaan hal tersebut dan untuk menjaga stabilitas harga komoditas gula khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan datangnya bulan suci ramadhan beberapa pekan mendatang, Plt Gubernur Aceh meminta Menteri Perdagangan RI mempercepat proses pendistribusiannya.

"Kami harap bantuan bapak Menteri berkenan mempercepat pendistribusian gula dan meningkatkan kuota Aceh serta memberikan kesempatan kepada para pengusaha Aceh untuk dapat mengimpor langsung gula konsumsi guna memenuhi kebutuhan," kata Nova Iriansyah dalam surat itu.

Plt Kadisperindag Aceh, Muslem Yacob membenarkan surat tersebut telah dikirimkan ke Menteri Perdagangan RI guna meminta percepatan pendistribusian dan penambahan kuota gula untuk Aceh.

Penambahan kuota gula ini, kata Muslem, agar masyarakat Aceh tetap tentram dalam menghadapi Covid-19. Apalagi menjelang ramadhan, gula menjadi kebutuhan penting masyarakat.

"Iya benar itu surat pak Plt Gubernur Aceh ke Mendag, meminta tambahan kuota gula untuk Aceh. Hari ini berdasarkan laporan di pasar, harian harga Gula dipasar Peunayong bahkan sudah mencapai Rp 22.000, padahal kemaren masih Rp 18.000, dan stok kita sudah tidak mencukupi," ujar Muslem.

Selain itu, Muslem Yacob, mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga gula secara tidak wajar.

“Di jual dengan harga yang wajar, patut dan layak. Tidak melebih-lebih kan. Dalam kondisi musibah covid-19, marilah kita sama-sama mendukung Pemerintah Aceh dalam rangka menstabilkan harga pangan.” Kata Muslem.

menurutnya, Plt. Gubernur Aceh telah, sedang dan akan menempuh berbagai cara untuk menstabilkan harga pangan demi kemaslahatan masyarkat Aceh.

“Untuk itu kami mohon kepada semua elemen masyarkat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan kondisi saat ini,” pungkasnya.[]

#janganmudik

Komentar

Loading...