Harga Mobil Bekas Anjlok. Pedagang Terlilit Utang Bank

Harga Mobil Bekas Anjlok. Pedagang Terlilit Utang Bank
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Penjual mobil bekas harus menanggung utang menggunung ke bank atau perusahaan pembiayaan. Kondisi ini akibat menurunnya penjualan mobil dalam beberapa bulan terakhir dan kerugian akibat harga mobil bekas anjlok.

"Banyak juga showroom yang bukan karena modal sendiri, itu agak berat karena dia punya kewajiban banyak nih. Sedangkan pendapatan 0, asetnya menyusut kan," kata Pemilik Nava Sukses Motor yang berada di Jl. Madrasah No. 23, Cilandak, Jakarta Selatan, Fahmi kepada CNBC Indonesia, Senin (03/08/2020).

Ia mengungkapkan sejumlah showroom ada yang menggunakan dana dari bank sebagai modal. Ketika awal meminjam, tentu ada proyeksi dari debitur untuk mengembalikan dana pinjamannya setelah diputar pada bisnis jual beli mobil bekas. Namun, ketika kondisinya berubah drastis, maka rencana itu bisa gagal total.

"Uang modal dari leasing atau bank (awalnya) dicairkan buat menambah mobil, kalau berhenti kan tetap harus dibalikin duitnya semua," jelas Fahmi.

Sayangnya, ketika dijual, belum tentu mobil tersebut mampu menutupi modal yang sudah dikeluarkan untuk membeli semula. Harganya jatuh, apalagi dijual ketika butuh uang (BU), harganya bisa makin terjerembab lagi.

"Dijual yang penting utang ke bank nutup dulu nih. Itu pun mungkin masih minus, kayak teman saya masih minus udah dibalikin, padahal udah maksimal. Mau nggak mau harus jual aset pribadi," paparnya.

Menurut Fahmi perlu strategi khusus dalam berbisnis saat ini. Bisnisnya tetap jalan meski kondisi sedang sulit. Ia rela menjual mobilnya dengan kondisi rugi, namun disubsidi oleh penjualan mobil lain yang bisa diambil margin keuntungannya. Cara ini diyakini bisa tetap menarik pasar untuk membeli mobil bekas di tempatnya.

"Strateginya sekarang bertahan dulu deh," sebutnya.[]

Komentar

Loading...