Harga Sembako Turun, Produsen Diminta Segera Distribusikan Gula

Harga Sembako Turun, Produsen Diminta Segera Distribusikan GulaANTARA/HO
Plt Kadis Perindag Aceh, Muslem Yacob meninjau harga Sembako jelang Ramadhan 1441 Hijriah di Banda Aceh.
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com – Menjelang Ramadhan 1441 H, harga sembilan bahan pokok cenderung mengalami penurunan. Sejumlah bahan pokok seperti beras, gula pasir, telur ayam di sejumlah Pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar mengalami penurunan harga.

Penurunan harga tersebut, dikonfirmasi Tim Satgas Pangan Aceh, yang terdiri dari Direskrimsus Polda Aceh, Disperindag, Distanbun, Badan Ketahanan Pangan, dan Biro Ekonomi yang di bagi menjadi dua Tim pada Senin 20 April 2020 siang melakukan sidak ke sejumlah pasar yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar,

Wadir Reskrimsus Polda Aceh, AKBP Hairajadi mengatakan kegiatan pantauan pasar Satgas Pangan yang ikut melibatkan instansi terkait merupakan bagian untuk mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran.



“Kegiatan ini juga untuk memastikan tidak ada pedagang yang menimbun barang menjelang Ramadhan,” katanya.

Di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Gula pasir biasa dijual dengan harga Rp 820.000/sak (50 Kg) atau Rp 18.000/Kg. Minggu 20 April 2020.

Pemilik grosir UD Zainun, H. Zainun menyebutkan untuk bahan pokok seperti beras, gula dan telor akan terus mengalami penururan harga. Bahkan menurutnya, untuk gula bisa saja dalam waktu dekat ini turun lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak kepada pedagang lainya untuk tidak melakukan penimbunan. Pun begitu kepada masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan dan harga sembako.

“Kalau harga gula saya yakin 100 persen akan turun lagi. Lihat saja nanti, malah saya prediksi harga gula bias di jual 15000. Saat ini satu sak gula sudah dapat 820.000, bisa kita jual 18.000/kg, kita sudah dapat 1000 dalam satu kilonya. Semua harga barang saya pelajari dari Medan bisa jatuh semua harganya ini. Tapi yang paleng penting tergantung pada pedagang aja, disitu kuncinya.  ” kata Zainun.

Menurutnya, harga gula pasir yang cenderung menurun disebabkan, pabrik gula pasir di Pulau Sumatera dan Jawa, yang ditunjuk pemerintah untuk menggiling gula impor raw suger, sudah melakukan produksi dan memasarkan produksi gula kristalnya ke pasar, sehingga kekosongan stok gula pasir di pasar pada bulan lalu, sudah mulai teratasi.


Untuk telur ayam, pada minggu ini Rp 37.000/lempeng. Sementara minyak goreng curah masih stabil Rp 12.000/Kg.

Hal senada disampaikan pemilik grosir Toko Syukur Nikmat, ia menyatakan gula yang di ambil dari Medan berasal dari importir. Sehingga pihaknya tidak khawatir akan terjadi kelangkaan gula seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Plt Kadis Perindag Aceh, Muslem Yacob mengatakan, penurunan harga kebutuhan pokok tersebut  disebabkan harga di Medan juga sedang mengalami trend penurunan. Selian itu, menurutnya suplai dari Medan ke Aceh berjalan lancar.

“Alhamdulillah harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Ramadhan stabil dan untuk persediaan sangat cukup,” kata Plt Kadisperindag Aceh, Muslem Yacob di Banda Aceh Senin 20 April 2020.

Stok kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur dan tepung terigu, cukup banyak dan harganya cenderung menurun.

Gula pasir, sebut Muslem Yacob, harga ecerannya kini sudah turun menjadi Rp 18.000/Kg, dari sebelumnya Rp 20.000-Rp 19.000/Kg.



“Kami berharap produsen yang telah ditunjuk Pemerintah dapat segera mendistribusikan gula pasir ke Aceh, sehingga nantinya gula pasir dapat dijual kembali sesuai dengan HET yakni Rp12.500 per kilogram,” katanya.



Kemudian untuk harga telur ayam ras Rp37 ribu per lempeng (isi 30 butir) dan untuk minyak makan curah Rp10.500 per kilogram.



“Kami sampaikan kembali kepada masyarakat bahwa persediaan di pasar sangat cukup, jadi tidak perlu memborong atau membeli dalam jumlah besar,” ujarnya.[]

Komentar

Loading...