Sidak Polda dan Disperindag Aceh, Masker dan Hand Sanitizer Kosong di Pasaran

Sidak Polda dan Disperindag Aceh, Masker dan Hand Sanitizer Kosong di Pasaran
Plt Kadisperindag Aceh Muslem Yacob dan Ketua Tim Satgas Pangan Polda Aceh AKP Agus Priadi SH melakukan Sidak di Toko Jingki Mali dan Suzuya Mall banda Aceh. Hasil Sidak masker dan pembersih tangan kosong di pasaran. Selasa, 10/3/2020.
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com -  Tim Satgas Pangan Polda Aceh yang dipimpin AKP Agus Priadi SH bersama Plt. Kadis Perindag Aceh Muslem Yacob melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar modern dan pasar tradisional terkait ketersediaan bahan pokok dan bahan penting lainnya, pada Selasa 10 Maret 2020, siang tadi.

Tim Satgas Pangan Polda dan Disperindag Aceh yang melakukan sidak ke toko penyedia alat kesehatan Jingki Mali di Setui Kota Banda Aceh tidak menemukan ketersediaan masker dan hand sanitizer di toko tersebut.

Toko Jingki Mali, merupakan grosir penyedia barang-barang medis, termasuk masker, yang beralamat di Jalan T Umar, sekitar 3 Km dari Suzuya Mall.

“Sudah habis Pak. Kami sudah tidak menyediakan lagi masker dan hand sanitizer, karena harga barangnya mahal, kami tidak berani menjual dengan harga yang mahal. Permintaan cukup tinggi, setiap harinya lebih dari 10 permintaan yang datang ke toko kami,” tegas Lina penjaga toko tersebut.

Di pintu kaca toko tersebut memang sudah di tempel pengumuman dengan tulisan dengan huruf kapital “MOHON MAAF MASKER DAN HAND SANITIZER KOSONG”.


Sejumlah masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar, membeli masker untuk disimpan di rumahnya dengan alasan ketika berpergian ke luar kota sudah ada persediaan untuk dipakai, ungkap seorang pegawai Jingki Mali. 

Sebelumnya, Tim Satgas Pangan Polda Aceh dan Disperindag juga tidak menemukan masker di pasar modern Suzuya Mall Setui.

“Masker sudah habis pada akhir bulan kemarin,” katanya.

Manager Store Suzuya Setui, Nila Marlina kepada Plt. Kadisperindag Aceh, mengatakan, pada Januari lalu, pihaknya masih menjual masker dan cairan pencuci/pembersih tangan (hand sanitizer).

Namun  pada minggu kedua Februari lalu lanjutnya, banyak masyarakat yang memborong masker dan bahan pembersih tangan tersebut, sehingga stoknya sudah habis.

Pada minggu keempat Februari, kata Nila, pihaknya sudah melakukan pemesanan kembali ke distributor masker dan alat pembersih tangan merek Antis ke penyalurnya di Medan, tapi sampai minggu pertama Maret ini, barangnya belum juga sampai di Suzuya Setui.

Disebutkan harga terakhir untuk masker dijual, sebut Menajer Depstore Suzuya Setui, sekitar Rp 25.000/kotak, sedangkan cairan pembersih tangan sekitar Rp 20.000/botol.

Masker itu mereka beli terkait maraknya kasus virus corona. AKP Agus Priadi mengaku, sebelum berkunjung ke Toko Jingki Mali, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke sejumlah toko dan gudang obat, termasuk gudang obat Kimia Farma di Banda Aceh.

Menurutnya, pihak Kimia Farma mengatakan kepada Tim Reskrim Polda Aceh, stok masker dan cairan pencuci tangan (intis), sudah habis pada akhir Februari, setelah maraknya virus corona di Cina dan beberapa negara lainnya.

Plt. Kadis Perindag Aceh, Muslem yakob didampingi Kasi Perdagangan, Abdullah mengatakan, kunjungan bersama anggota Tim Satgas Pangan Polda Aceh tersebut untuk mengecek apakah ada penimbunan masker dan cairan pencuci tangan di pasaran.

Dari hasil sidak dan penjelasan dari pedagang masker, mereka menyatakan masker dan cairan pencuci tangan, sudah habis terjual pada akhir Januari lalu. Sejumlah distributor mengaku telah memesan kembali masker, namun sampai kini barangnya belum masuk.[]

#janganmudik

Komentar

Loading...