Rba3

Indonesia Akan Hentikan Ekspor Timah Pada 2024

Indonesia Akan Hentikan Ekspor Timah Pada 2024
A A A

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah mungkin berhenti mengizinkan ekspor bauksit tahun depan dan bijih tembaga pada 2023.

Jakarta, acehtoday.com - Indonesia akan menghentikan ekspor timah pada 2024 sebagai bagian dari upaya untuk menarik investasi ke industri pengolahan sumber daya dan meningkatkan keseimbangan eksternal negara, kata Presiden Joko Widodo, Rabu, 24/11/21.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah mungkin berhenti mengizinkan ekspor bauksit tahun depan dan bijih tembaga pada 2023.

Presiden telah membuat pernyataan serupa selama penampilan publiknya baru-baru ini, dengan alasan bahwa ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu telah terlalu lama menjual komoditas mentah, yang membuat negara itu kehilangan pendapatan ekspor yang lebih besar dan pekerjaan di industri manufaktur.

Upaya menghentikan ekspor komoditas mentah dan menarik investasi di industri hilir akan meningkatkan neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia, katanya, dengan mencontohkan pelarangan ekspor bijih nikel untuk menarik investasi manufaktur baterai kendaraan listrik.

"Kita sudah mulai dengan nikel. Mungkin tahun depan kita hitung, ekspor bauksit mungkin kita stop. Tahun depan mungkin bisa stop tembaga, dan tahun depan timah," kata Jokowi dalam pertemuan tahunan bank sentral dengan pemangku kepentingan keuangan. .

Indonesia, pengekspor utama bijih logam, menghentikan ekspor bijih nikel tahun lalu. Langkah tersebut telah memicu masuknya investasi, sebagian besar dari China, ke dalam pengolahan nikel.

Berdasarkan aturan saat ini, Indonesia akan berhenti mengekspor bauksit dan bijih tembaga, di antara bijih logam lainnya, pada tahun 2023.

Tidak jelas apa rencana Jokowi untuk ekspor timah. Sejak 2018, Indonesia mewajibkan timah untuk dijual dalam bentuk olahannya dengan kandungan setidaknya 95%.

“Kami ingin sumber daya ini diekspor sebagai barang setengah jadi atau barang jadi, karena yang kami inginkan adalah nilai tambah” kata Jokowi.

Larangan ekspor bijih nikel telah menyebabkan Uni Eropa mengajukan pengaduan ke Organisasi Perdagangan Dunia, tetapi presiden mengatakan perselisihan seperti itu "tidak menjadi masalah" dan bahwa Indonesia akan terus menyambut investasi asing.[]

Sumber:Reuters

Komentar

Loading...