Ismail Rasyid: Corona  Hajar Sektor Transportasi

Ismail Rasyid: Corona  Hajar Sektor TransportasiIst
CEO Trans Continent Ismail Rasyid
A A A

Jakarta, acehtoday.com  – Wabah Covid-19 dari China berdampak ke seluruh dunia.  Sebagian besar bahan  baku atau kebutuhan dunia berasal dari negeri Tirai Bambu ini. Selama dua bulan sejak virus corona berasal dari Kota Wuhan Provinsi Hubei China menyebabkan terjadi penurunan aktivitas di pelabuhan dan transportasi darat, laut, dan bandar udara.

 “Tidak bisa dibantah lagi, dampak corona ke dunia dan Indonesia ini sangat besar.  Beberapa negara yang mengimpor product consumer goods seperti tisu dari China, sekarang kekurangan stok di pasaran dan tidak bisa diganti/substitusi dalam waktu cepat oleh negara lain,”  kata CEO Trans Continent Ismail Rasyid, Minggu (8/3/2020) di Jakarta.

Ismail Rasyid menuturkan  dengan terisolasi China, keterbatasan keluar dan masuk orang maka kegiatan airline, bandara dan turunannya turun drastis. Begitu juga mobilisasi orang dan barang antar daerah dalam negeri juga dibatasi. Akibatnya, proses produksi stop atau menurun  yang berimbas terhadap aktivitas ekonomi secara lokal, domestik, regional, dan global

“Aktivitas tenaga kerja dan pabrik berhenti sementara karena kebijakan pemerintah  yang berpengaruh ke proses produksi, transportasi lokal, kegiatan pelabuhan dan penundaan pengiriman memberikan multiplier efek ke seluruh sektor perekonomian secara lebih luas. Dalam aspek agama, Arab menghentikan pengiriman jamaah umrah,” ungkap Ismail Rasyid.

CEO Trans Continent menjelaskan, virus corona lebih besar dampaknya daripada krisis 2008. Sebagai pengusaha nasional, dirinya merasakan dampak krisis 2008. Dampak covid- 2019 lebih dahsyat dibandingkan krisis 2008.  Dampak krisis 2008 menyerang lembaga keuangan atau korporasi dan Indonesia bisa melewati krisis dengan selamat. Hanya sektor keuangan yang terguncang dalam badai krisis 2008.

 “Dampak corona memukul semua sektor,  memengaruhi psikologis dan kesehatan manusia. Pelaku  bisnis takut terbang ke negara tertentu. Kapal  keluar-masuk menurun, distribusi barang di pelabuhan anjlok,  bandara udara relatif sepi,  sektor ril dan manufaktur terganggu. Investasi terhambat. Krisis 2008 ada PHK dan virus corona juga ada PHK dan pekerja  diserang corona. Kita berharap wabah ini cepat diantasipasi,” pungkas Ismail Rasyid.

PT Trans Continent merupakan perusahaan yang bergerak di bidang multi moda transport, logistics & supply chain dengan core business di bidang industri pertambangan, perminyakan,  energi serta perdagangan domestik maupun internasional dengan 19 cabang di Indonesia, dua di luar negeri (Australia & Manila serta jaringan kerja di 80 negara. Perusahaan ini dirintis pada 2005 di Balikpapan, Kalimantan serta memiliki sekitar 400 karyawan dan 450 unit  alat-alat Kerja baik ukuran besar, sedang, dan kecil.

Komentar

Loading...