Jokowi ke Bireuen, Kuah Beulangong Disajikan

Jokowi ke Bireuen, Kuah Beulangong DisajikanMH
Kanan-kiri: Panitia Kenduri Kebangsaan Saiful, Nasir Djamil, Teuku Taufiqulhadi, Ahmad Baedowi, dan Fakhrulsyah Mega, Mess Aceh Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Presiden Jokowi dan 11 menteri dijadwalkan ke  Sekolah Sukma Bangsa, Bireun, pada Sabtu (22/2/ 2020). Bireuen dipilih sebagai kenduri ini karena Bireuen merupakan kota pendidikan dan berada di pertengahan sekolah Sukma Bangsa  yang berada di Lhokseumawe dan Pidie. 

Kenduri kebangsaan yang digelar oleh Yayasan Sukma danm Forum Bersama (Forbes) anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh memiliki tiga tujuan utama digelar acara ini  yakni membangun semangat kembali keacehan, keislaman,  dan keindonesian serta mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh,"  ungkap Steering Commite Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi, di Mess Aceh Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/02/2020).

Dalam acara bertemakan "Dari Aceh Untuk Indonesia" akan dimasak 10 ekor sapi, dengan ciri khas kuah beulangong yang dimasak dalam kuali.  Satu ekor sapi itu butuh 4 kualai besar, maka nanti ada 40 kuali besar yang disajikan ke tamu . disebutkan ide ini diawali ketika Ketua Forbes Aceh M Nasir Djamil bertemu tokoh nasional Surya Paloh yang medukung Kenduri Kebangsaan.

Ketua Forbes  Nasir Djamil menjelaskan, digelarkan kenduri kebangsaan ini berawal dari pertemuan santai dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan sejumlah tokoh masyakat Aceh di Jakarta.

"Kita bersilaturrahim dengan masyarakat Aceh di Jakarta bagaimana melakukan sesuatu, salah satunya yang paling menonjol kenduri," ujar anggota DPR RI asal Aceh itu.

Pada kenduri kebangsaan itu, tambahnya nanti akan melibatkan semua masyarakat Aceh. Karena ini merupakan bagian dari konsolidasi kebangsaan. Apalagi ini masih bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Sehingga katanya, kenduri kebangsaan ini begitu penting.

"Karena itu kami mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk insan media, agar dapat menyaksikan kenduri kebangsaan ini sebagai dari bagian momentum pulang kampung membangun Aceh," ujar Nasir.

Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi mengatakan, digelarnya acara itu di Bireuen mengingat daerah ini pernah menjadi Ibukota Pemerintah RI pada saat kondisi darurat pasca-kemerdekaan.

"Walau hanya dua hari saja atau 48 jam. Alasan lainnya, Bireueng merupakan kota pendidikan tertua di Aceh.  Sekolah Sukma Bangsa (SSB), juga menempatkan Bireuen sebagai tempat pertama pembangunan sekolah bangsa pertama. Saat ini SSB memiliki tiga sekolah, yakni Bireuen, Pidie, dan Lhokseumawe," ujarnya.[]

Hotline Covid-19

Komentar

Loading...