Jokowi Minta China Beli Lebih Banyak Minyak Kelapa Sawit dari RI

Jokowi Minta China Beli Lebih Banyak Minyak Kelapa Sawit dari RI
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, Song Tao (kiri) di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019). Pertemuan tersebut diantaranya membahas potensi kerjasama Indonesia-Tiongkok, khususnya investasi berorientasi ekspor. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta China Beli Lebih Banyak Minyak Kelapa Sawit dari RI", https://nasional.kompas.com/read/2019/09/20/13135031/jokowi-minta-china-beli-lebih-banyak-minyak-kelapa-sawit-dari-ri. Penulis : Ihsanuddin Editor : Krisiandi
A A A

Bogor, acehtoday.com - Presiden Joko Widodo meminta China meningkatkan impor kelapa sawit dari Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu utusan Presiden China di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

"Secara khusus bidang perdagangan, presiden berharap impor Tiongkok CPO ditingkatkan," kata Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir kepada wartawan seusai pertemuan. Selain itu, Presiden Jokowi melobi China agar lebih banyak mengimpor komoditas lain dari RI seperti buah-buahan.

Presiden secara khusus menyampaikan harapan agar China melihat peluang kerja sama untuk melakukan produksi yang bisa berorientasi ekspor, baik ke Afrika, Timur Tengah, maupun Amerika.

"Khusus mengenai investasi yang sifatnya lebih infrastruktur, Presiden berharap bahwa upaya-upaya yang sudah dilakukan bisa dilanjutkan kembali, termasuk sinergi antara Belt and Road Initiative dengan poros maritim Indonesia," ujar Fachir.

Secara khusus Presiden berharap kerja sama bidang perdagangan ini bisa mengurangi dampak dari defisit neraca perdagangan antara Indonesia dan China.

"Upaya-upaya harus dilakukan agar kondisi ekonomi dunia mestinya menjadi tantangan bersama sehingga harus dilakukan upaya bersama agar dampak negatifnya tidak berpengaruh ke kedua negara," katanya.

Delegasi yang hadir yakni Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Presiden Xi Jinping, Song Tao, didampingi dua orang dari delegasi Partai Komunis China.  Sementara Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.[]

Sumber:CNBC
acehtiket1
iklan komisi v dpra

Komentar

Loading...