Karena Monotheis, Yazidi Sembah Setan (1/2)

Karena Monotheis, Yazidi Sembah Setan (1/2)
A A A

Catatan Ringan Akhir Pekan T. Taufiqulhadi

Jakarta, acehtoday.com  -  Ada sebuah komunitas di Timur Tengah, kaum Yazidi namanya, yang menolak anggapan iblis roh ingkar yang terkutuk. Justru iblis itu makhluk suci yang sangat jujur dan bertaqwa kepada Allah, bukan seperti malaikat lain. Karena itu, iblis harus disembah. Maka terkenallah di kalangan tetangga mereka, kaum Islam dan Kristen, yang menganggap kaum Yazidi sebagai kaum penyembah iblis atau setan.

Seperti dalam tradisi kitab-kitab suci agama  monotheistik, iblis itu adalah malaikat yang dikeluarkan oleh Allah dari surga karena menolak perintah. Kaum Yazidi mengakui konsep itu tapi tidak menganggap setan seperti anggapan agama lain. Setan atau iblis itu bukan malaikat yang dikutuk tapi justru yang mewakili Tuhan di dunia dan untuk urusan-urusan duniawi.

Menurut kaum Yazidi,  iblis menolak sujud kepada Adam karena saking tulus ketaatannya kepada Allah. Allah memerintahkan setan untuk sujud kepada Adam menguji kejujuran dan ketaatannya.

Tatkala setan menolak sujud kepada siapapun kecuali kepada Allah, maka segera Allah mengangkat setan sebagai pemimpin para malaikat, yang oleh kaum Yazidi disebut sekarang sebagai malaikat burung merak (tawusi malik). Komunitas Yazidi menandai ibadah mereka dengan menempatkan  gambar burung  merak sebagai perwujudan Tawusi Malik di depan para jamaah.

Komunitas ini terkenal kembali ketika sejumlah wilayah Timur Tengah, yaitu Irak dan Suriah bagian utara, jatuh ke tangan ISIS.  Para milisi ISIS menjadikan  perkampungan kaum Yazidi di pegunungan Kurdistan sebagai sasaran khusus.

Ketika akhirnya, milisi ISIS berhasil memasuki perkampungan kaum Yazidi, mereka membantai semua kaum laki-laki yang tidak berhasil melarikan diri, dan menjadikan gadis-gadis Yazidi sebagai budak seks mereka.   ISIS  membunuh dan menjadi gadis-gadis Yazidi sebagai budak seks mereka dengan alasan mereka sebagai pengikut setan.

Tapi kapan formasi kelompok kepercayaan ini? Tidak ada yang mengetahui secara pasti. Mereka terbentuk menjadi Yazidi dengan sistem kepercayaan yang unik ini, tidak berlangsung dalam sesaat. Tapi secara sangat gradual.

Jika kita tanyakan kepada kaum Yadizi sekarang, mereka mengatakan, agama mereka sudah ada sejak lama sebelum Kristen dan Islam lahir.  Mereka mengatakan, semula semua orang Kurdi beragama Yazidi. Tapi dalam perjalanan, banyak orang Kurdi pindah ke Islam karena bujukan dan paksaan.  Hanya mereka yang keras kepala yang mampu bertahan hingga kini.

Tapi sejumlah penulis Arab menyebutkan, kata Yazidi ini berasal nama seorang khalifah bani Umayyah, Yazid bin Muamiyah, yang berkuasa pada 680-683 M. Yazid ini terkenal karena memerintahkan pembunuhan terhadap cucu nabi, Husain,  pada 680 M. Yazid juga memerintahkan penyerbuan  Madinah, dan  disana ia membunuh sekitar 80 sahabat Nabi.

Sampai sekarang sang khalifah  ini tidak dihargai oleh kalangan Sunni, dan sangat dibenci di kalangan Syiah.  Diduga orang-orang Kurdi ini menggunakan nama tersebut untuk mengesankan bahwa mereka keturunan bangsawan itu. Dengan demikian mereka akan terlindungi. Barat meyakini teori ini.

Kaum Yazidi, menurut penelitian, berkembang di sebuah wilayah kecil, Syeikhan, sekitar 75 km dari Mosul, Irak utara, dan menyebar dengan cepat di antara suku Kurdi. Diketahui, komunitas ini ada juga di Armenia. Diketahui, etnis Kurdi memiliki kaitan darah yang kuat dengan etnis Armenia.[]

Pejaten Barat, 26 April 2020

Komentar

Loading...