Ketua Komisi V DPRA, Desak Nova Iriansyah Bergerak Lebih Cepat

Ketua Komisi V DPRA, Desak Nova Iriansyah Bergerak Lebih CepatFoto: Serambi Indonesia
Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani bersama anggota lainnya memberi keterangan kepada awak media seusai meninjau ruangan khusus penanganan suspek virus corona di gedung lama RSUZA Banda Aceh,
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com -- Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Falevi Kirani pemerintah Aceh harus bergerak lebih cepat untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19 yang lebih luas.

Hal itu, disampaikan terkait satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 asal Lhokseumawe yang meningal dunia di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA), pada Senin, 23 Maret 2020 lau dipastikan terinveksi Covid-19, pada Kamis 26 Maret 2020. Selain itu jumlah ODP di Aceh yang terus meningkat, saat ini telah mencapai 216.


 

“Tahap awalnya kita mengharap masyarakat yang merasa diri pernah kontak dengan korban agar mau melapor secara sukarela untuk dikarantina,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR Aceh juga telah dinyatakan Orang Dalam Pantauan (ODP).

“Sebanyak 14 anggota DPRA berstatus orang dalam pemantauan (ODP) kasus virus Corona atau Covid-19. Belum lagi, sejumlah staf DPR Aceh yang mendapaingi anggota DPR Aceh.  Indikasi itu muncul setelah mereka pulang dari daerah yang berstatus zona merah,” katanya.

Menurut Falevi, jika tidak ada kesadaran atau masyarakat cenderung panic hal itu justru akan lebih memperluas penyebaran dan menutup informasi sebenarnya. 

“Pemerintah harus bergerak lebih ofensif dengan membentuk timsus untuk mendata dan mengindentikasi secara cepat, tepat dan akurat terhadap orang-orang yang potensial tertular atau yg pernah bersingungan langsung dengan pasien Positif Covid-19, maupun orang yang pernah memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif. Segere dipanggil dan dikarantina, sehingga potensi penularan bisa diminimalisir.’ Tegas Ketua Komisi V DPRA yang juga politisi asal Pidie Jaya tersebut.

Demi kemashlahatan bersama, menurutnya semua harus dicurigai berpotensi menjadi korban. Karena itu dirinya Ini demi kemashlahatan bersama, kita semua berpotensi jadi korban, kita semua dituntut  berupaya lebih keras.

“Bila memungkinkan pemerintah perlu berikan insentif bagi mereka yang mau melapor dan dg sukarela dikarantina agar mereka tdk kepikiran lagi untuk keluarga yang ditinggalkan di rumah, jika masih melanggar saya kira tindakan lebih tegas patut dipertimbangkan,” tambahnya.

Sekali lagi kami tegaskan pemerintah aceh harus segera melibatkan berbagai stakeholder utk memunutuskan mata rantai wabah virus covid 19 ini. 

Menurutnya, Plt Gubernur Aceh harus membuang ego bahwa tidak sanggub menangani sendiri ini persoalan nyawa org.

“Kita tinggalkan carut marut politik mari kita bahasa bersama dg melibatkan berbagai stakeholder di berbagai level sapai kpd level terbawah. Tujuan kita hanya satu utk menyelamatkan rakyat Aceh,” tambahnya. []

#janganmudik

Komentar

Loading...