Letjen TNI Tatang Sulaiman: Aceh Butuh Investor Berintegritas

Letjen TNI Tatang Sulaiman: Aceh Butuh Investor BerintegritasInternet
Letjen TNI Tatang Sulaiman
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Aceh butuh investor berintegritas untuk membangun daerah pasca konflik dan bencana alam. Untuk itu, pemerintah dan warga harus mendukung investor yang akan menanam modal di Aceh.

Dengan hadirnya investor di Serambi Mekkah, ini memberi peluang kerja kepada warga serta dari pajak perusahaan menjadi PAD.

“Investor membutuhkan kepastian dari pemda sebagai pemilik wilayah dalam memainkan perannya sebagai Fasilitator dan regulator. Jika komitmen tidak ditepati, ini menjadi preseden buruk bagi pengusaha dari luar untuk berusaha di Aceh,” tegas Letjen TNI Tatang Sulaiman, Selasa (19/5/2020) di Jakarta.

Tatang yang selama tujuh tahun menetap di Aceh  ini menyatakan kehadiran investor ke Bumi Iskandar Muda menjadi salah satu tanda daerah ini sudah ramah di dunia bisnis dan terbuka kepada pengusaha dari luar.

Mantan Pangdam Iskandar Muda (2016-2017) ini paham kemajuan roda ekonomi di daerah ikut ditentukan oleh hadirnya pelaku niaga dari unit kecil hingga berskala raksasa. Pelaku investor akan berhitung berkali-kali sebelum menginvestasikan uangnya di daerah agar modal yang telah ditanam bisa kembali dan ada laba.

“Jika ada investor angkat kaki dari Aceh, ini menjadi pertanyaan besar bagi investor lain yang ingin masuk ke Aceh itu. Dampaknya, daerah yang akan rugi karena kehilangan kepercayaan dari investor. kepercayaan itu tidak ada nilainya,” ungkap mantan Dandim 0103/Aceh Utara pada 2003.

Sebagaimana diketahui, PT Trans Continent, investor pertama yang ground breaking (peletakan batu pertama) di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Sabtu (31/8/2019), pada Jumat (15/5/2020) menarik seluruh alat kerja yang sudah enam bulan ditempatkan di sana. Setiap bulan perusahaan kaliber internasional yang dibangun oleh putra Aceh Ismail Rasyid merugi Rp 600 juta.

“Saya mundur dari KIA Ladong. Bukan mundur dari Aceh karena Pemerintah Aceh melalui PT PEMA tidak memiliki komitmen yang jelas. Mereka tidak bergerak sama sekali,”: ungkap CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid, Sabtu (16/5/2020).[]

Komentar

Loading...