Memanipulasi APBA di Covid-19 (Aceh Habiskan Rp 133 Miliar Beli Mobil SKPA)

Memanipulasi APBA di Covid-19 (Aceh Habiskan Rp 133 Miliar Beli Mobil SKPA)
A A A

Oleh Dr Taufiq A Rahim (Pengamat Ekonomi dan Pembangunan)

Banda Aceh, acehtoday.com -  Saat ini kehidupan masyarakat Aceh sangat kritis dan memprihatinkan dalam kondisi menghadapi corona virus disease 2019 (Covid-19). Kondisi ini masih sangat sulit diprediksi kapan berakhir secara tuntas, apakah pasca Idul Fitri 1441 H, atau bisa saja sampai akhir 2020, masalah wabah dan dampaknya ini bisa tuntas teratasi.

Usaha mengatasi Covid-19 oleh Pemerintah Aceh dengan adanya instruksi mengalihkan sebahagian anggaran belanja publik Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Perubahan 2020, malah memprlihatkan perilaku tidak konstruktif dan mengundang tanda tanya serta cemoohan masyarakat.

Meskipun usaha Pemerintah Aceh menutupi serta tidak mempublikasikan besaran anggaran APBA-P 2020, namun beredar di tengah masyarakat besaran dan nilai pembelian mobil dinas para Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) senilai miliaran rupiah (Rp 133 miliar), untuk perawatan mobil Rp 66 miliar.

Hal ini sangat tidak beretika serta bermoral atau berakhlaq perilaku pejabat Pemerintah Aceh, ditengah musibah atau wabah pandemi covid-19 masih terus memaksakan syahwat atau nafsu untuk pembelian mobil dinas dengan menggunakan APBA 2020. Perilaku ini ibarat "srigala lapar melahap bangkai", rakus serta tidak berperikemanusiaan.

Ini membuka peluang semakin besar ketidakpercayaan masyarakat/rakyat Aceh terhadap para pejabat Pemerintah Aceh. Sehingga ini menggambarkan rakyat versus pejabat Pemerintah Aceh, ditengah keprihatinan dan kesusahan hidup yang berdampak secara ekonomi, sosial dan budaya serta berbagai dimensi kehidupan.

Namun ingin memanfaatkan keadaan dan mengunakan anggaran belanja publik APBA untuk prestise membeli mobil baru dan mewah. Hanya ingin mendapatkan pengakuan bahwa, saat ini sedang berada dipuncak kekuasaan bersama kekuasaan politik dapat melakukan apa saja dihadapan rakyat, meskipun sedang kesusahan.

Kasus pembelian mobil dinas baru SKPA salah satu dari banyak kasus untuk memanipulasi APBA 2020, disamping berbagai kasus lainnya, seperti pembelian laptop, belanja pegawai, belanja untuk barang-barang untuk masyarakat terdampak Covid-19, perjalanan dinas dan biaya untuk transportasi dan lain-lain.

Semua menunjukkan ekonomi biaya tinggi. Diperkirakan ada kolusi dan korupsi antara pejabat Pemerintah Aceh dan pengusaha dalam mempermainkan harga mobil, barang dan lain-lain untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Jelas bahwa keinginan, hasrat serta nafsu ingin lebih dari pejabat Pemerintah Aceh yang semakin "greuda" untuk memanfaatkan anggaran belanja publik APBA mempertontonkan "wajah buruk" Pemerintah Aceh yang tidak hebat dan membanggakan.[] 

Komentar

Loading...