Menapis Corona atau Pemimpin?

Menapis Corona atau Pemimpin?serambi
Prof. Dr. Khairul Munadi, ST, M.Eng
A A A

Oleh: Prof. Dr. Khairul Munadi, ST, M.Eng  (Guru Besar di Unsyiah)

Banda Aceh, acehtoday.com - Entah mengapa, saya sulit sekali tidur malam ini. Padahal, masa tidur malam kemarin pun tidak lah normal. Sejak diumumkannya kasus positif Covid-19 pertama di Aceh (26/3/2020), kekhawatiran saya memang membuncah. Saya melihat (dalam pikiran) ada bom waktu tengah melesat cepat ke bumi Aceh.

Kekhawatiran itu membengkak ketika tadi siang beredar kabar: kasus positif Corona di Aceh bertambah menjadi empat. Ternyata, tiga pasien yang positif itu dikabarkan pulang ke rumah. Horor!

Tak lama, tepat pukul 18:50 menjelang magrib, beredar pula undangan di grup WA kompleks kediaman saya. Isinya? Malam besok warga diharap hadir di meunasah. Akan ada doa bersama dan keliling kampung dalam rangka tolak bala. Bom waktu pun kini terasa sudah di bawah bantal!

Semakin nyata bahwa kecepatan penyebaran virus Corona jauh melebihi upaya dan sumber daya kolektif kita  - Pemerintah dan masyarakat - mencegahnya. Kalau mau jujur, kita sudah tidak banyak pilihan. Opsi utama tinggal mengisolasi wilayah dan berdiam di rumah. Dan waktunya adalah sekarang. Menunda berarti melipatgandakan korban jiwa sia-sia.

Opsi itu pun perlu dikawal dengan “tangan besi”. Apa boleh buat. Karena merubah perilaku lewat edukasi publik sulit dilakukan dalam waktu singkat. Karakter dan pola pikir menahun tak mungkin dibongkar dengan kampanye satu-dua hari.

Kuncinya ada pada leadership! Kita berharap banyak kepada pemilik otoritas di daerah. Jangan ragu untuk mengambil keputusan. Jangan melawan virus Corona dengan kalkulasi dan proyeksi ekonomi. Sandaran kebijakan untuk kondisi darurat seperti ini adalah “worst case scenario”. Unitnya bukan economic cost dan kenyamanan hidup. Tapi nyawa manusia, your citizen’s life!

Wahai para pemimpin, sekaranglah masa “fit and proper test” kepemimpinan Anda yang sebenar-benarnya. True leaders are born in a crisis.

Sayang lah kepada kami, rakyat mu![]

Komentar

Loading...