Modal Asing Diramal Kabur Berjamaah dari RI pada Juli 2020

Modal Asing Diramal Kabur Berjamaah dari RI pada Juli 2020
Faisal Basri meramal peningkatan kasus infeksi virus corona akibat new normal akan memicu aliran modal keluar pada Juli nanti. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Spt/14).
A A A

Jakarta, acehtoday.com -- Ekonom Senior Faisal Basri memperkirakan aliran modal asing keluar (capital outflow) dari Indonesia akan cukup marak terjadi pada bulan depan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari puncak pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi mulai 14 Juni 2020 di tengah masa transisi menuju tatanan hidup baru (new normal).



Faisal menjelaskan peningkatan aliran modal asing memang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan turut memberi dampak pada penguatan nilai tukar rupiah.


Akibatnya, rupiah yang semula sempat menembus kisaran Rp16 ribu per dolar AS saat corona mewabah di dalam negeri, kini berangsur turun ke Rp14 ribu per dolar AS.


Aliran modal asing ramai-ramai masuk ke Tanah Air karena pemerintah menerbitkan banyak surat utang dalam rangka memenuhi kebutuhan dana penanganan corona. Hal ini menarik minat investor asing yang kebetulan tengah memiliki kecukupan dana akibat suntikan stimulus moneter (quantitative easing) dari kebijakan di negara mereka masing-masing.


"Bunganya tinggi sekali, 7 persen, 8 persen, sementara asing, sekarang kelebihan dana karena stimulus quantitative easing. Nah, mereka masuk ke Indonesia membeli surat utang pemerintah, tapi mereka bukan untuk jangka panjang," ujar Faisal dalam diskusi virtual, Rabu (10/6).


Sayangnya, menurut Faisal, kehadiran aliran modal asing di dalam negeri tidak akan berdurasi lama. Sebab, perkembangan kasus virus corona akan memberikan sentimen negatif bagi mereka.



Faisal bilang proyeksi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan puncak pertambahan kasus virus corona akan meningkat di Indonesia selepas 14 Juni 2020. Puncak tersebut terjadi karena pemerintah memaksakan berlangsungnya new normal.


Kebijakan itu menurutnya, akan memberi celah bagi penambahan kasus infeksi virus corona.[]

Sumber:CNN

Komentar

Loading...