Pekerjaan Sebagai Freelancer Banyak Dipilih Oleh Generasi Muda, Kenapa?

Pekerjaan Sebagai Freelancer Banyak Dipilih Oleh Generasi Muda, Kenapa?
Logo youtube - Akbar Evandio
A A A

Secara penghasilan, bekerja sebagai freelancer juga dianggap cukup menjanjikan bahkan tidak kalah dibandingkan dengan pekerjaan penuh waktu lainnya.

Jakarta, acehtoday.com – Bekerja sebagai sebagai pekerja lepas atau freelancer dengan kemampuan tertentu makin diminati di Indonesia, lantaran memberikan fleksibilitas waktu dan lokasi kerja serta memberikan kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakatnya.


Hal tersebut terungkap lewat survei yang dilakukan oleh Sribu, startup yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi dan konten pemasaran digital berbasis crowdsourcing pada 8-18 Januari 2020. Survei tersebut melibatkan lebih dari 200 freelancer dari sejumlah kota yang terlebih dahulu dikurasi.


Founder sekaligus CEO Sribu Ryan Gondokusumo menyebut tren bekerja sebagai freelancer makin diminati oleh generasi milenial dan Z. Sebanyak 65 persen dari keseluruhan responden survei berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Sementara 27 persen berasal dari kelompok usia 30-40 tahun dan sisanya berusia 40 tahun ke atas.


Secara penghasilan, bekerja sebagai freelancer juga dianggap cukup menjanjikan bahkan tidak kalah dibandingkan dengan pekerjaan penuh waktu lainnya.

Lebih dari 20 persen responden yang berpartisipasi dalam survei mengungkapkan bahwa mereka dapat menghasilkan uang lebih dari Rp3,5 juta per bulan—atau setara dengan upah minimum regional (UMR) sarjana di Jakarta—dari pekerjaannya sebagai freelancer.


Meskipun besarnya penghasilan yang didapat menjadi salah satu alasan mengapa generasi muda lebih memilih untuk bekerja sebagai freelance, akan tetapi hasil survei mengungkapkan bahwa penghasilan bukanlah menjadi alasan utama. Fleksibilitas waktu dan lokasi kerja kerja serta kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakat menjadi dua alasan yang paling banyak dipilih oleh responden.


Sebanyak 65,4 persen responden mengaku alasan utama untuk bekerja secara freelance karena memberikan keleluasaan untuk mengatur waktu dan lokasi bekerjanya. Adapun, 56,7 persen responden memutuskan menjadi freelancer untuk menyalurkan minat dan bakatnya.
“Bekerja sebagai freelancer memungkinkan mereka untuk tetap memenuhi tanggung jawab lain di luar pekerjaan, semisal mengurus keluarga dan keadaan fisik yang tidak memungkinkan untuk bekerja di luar rumah,” kata Ryan saat ditemui di Jakarta, Kamis (13/2/2020).


Lebih lanjut, menurut Ryan prospek penghasilan yang menjanjikan dari pekerjaan sebagai freelancer membuat mayoritas responden mempertimbangkan untuk menjadikan pekerjaan tersebut sebagai pilihan karier yang dapat ditekuni dalam jangka panjang. Sebanyak 95 persen dari responden survei menyatakan bahwa mereka akan terus menekuni pekerjaan sebagai freelancer.


“Bahkan, 53 persen responden menyatakan bahwa mereka berencana untuk menekuni pekerjaan ini selama lebih dari 5 tahun mendatang,” ungkapnya.


Adapun, temuan lain dari survei yang dilakukan oleh Sribu menurut Ryan adalah sebagian responden menyatakan bahwa mereka memilih untuk menekuni profesi sebagai freelancer di bidang kreatif lantaran tidak dibatasi oleh persyaratan minimum pendidikan. Sebagai freelancer, kualifikasi mereka diukur oleh portofolio, keahlian, dan kompetensi yang dimiliki.


Kemudian Ryan juga mengungkapkan bahwa pekerjaan di bidang kreatif paling populer di kalangan freelancer. “Jasa desain, penulisan dan pemasaran online menjadi tiga jenis pekerjaaan yang paling populer di kalangan freelancer,” ungkapnya.


Ryan menambahkan mayoritas freelancer mengalokasikan waktunya selama kurang dari 20 jam setiap pekannya untuk bekerja. Kebanyakan di antara mereka baru bergabung dan menangani kurang dari 3 pekerjaan setiap bulannya.


“Sebanyak 62 persen responden menyatakan mengalokasikan kurang dari 20 jam kerja per minggu sebagai freelancer,” imbuhnya.[]

Sumber:BISNIS
#janganmudik

Komentar

Loading...