Rba3

Penuhi Panggilan Polisi, Win Wan Nur Jelaskan Penyebutan Dana Publik di Pameran Reje Linge

Penuhi Panggilan Polisi, Win Wan Nur Jelaskan Penyebutan Dana Publik di Pameran Reje Linge
A A A

Takengon, acehtoday.com - Pasca dilaporkan ke polisi oleh Ketua Dewan Adat Gayo, Tagore Abu Bakar, dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Senin 28 Maret 2022, Win Wan Nur memenuhi panggilan polisi yang memintanya memberi keterangan soal penyebutan dana publik dalam postingan di beranda akun facebook miliknya.

Saat Win Wan Nur memenuhi panggilan polisi dan dimintai keterangan oleh petugas dari Polres Aceh Tengah, terungkap bahwa alasan Tagore Abu Bakar melaporkan putra asli kecamatan Linge yang juga anggota dewan redaksi LintasGAYO.co ini ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, adalah karena dalam status facebook miliknya, Win Wan Nur menyebutkan bahwa Pameran Peninggalan Reje Linge yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Gayo yang diketuai Tagore Abu Bakar, menggunakan dana publik.

Dalam keterangan itu terungkap bahwa ternyata apa yang dikatakan oleh Tagore Abu Bakar sebagai status facebook, adalah caption dari berita dialeksis.com yang dibagikan oleh Win Wan Nur di beranda facebook miliknya.

Pada berita yang diterbitkan oleh dialeksis.com yang dibagikan oleh Win Wan Nur di beranda facebooknya ini, dengan jelas disebutkan bahwa dana pameran tersebut bersumber dari APBK yang merupakan dana publik.

Informasi tentang sumber dana penyelenggaraan Pameran Peninggalan Linge dari APBK sendiri, menurut berita dialeksis.com yang dibagikan Win Wan Nur, justru berasal dari panitia penyelenggara sendiri.

Demikian disampaikan Rudi Syahputra, anggota tim pengacara Win Wan Nur saat dijumpai di salah satu tempat kota Takengon

Rudi bersama Nourman Hidayat, Sri Wahyuni dan Nikmah Kurniasari adalah tim pengacara yang menghadiri pemeriksaan Win Wan Nur di Polres Aceh Tengah, Senin 28 Maret 2022 lalu.

Dalam pemeriksan itu, kata Rudi, penyidik mengajukan 10 pertanyaan kepada Win Wan Nur.

“Iya, Win Wan Nur mendapatkan informasi melalui salah satu media online terkait sumber dana penyelenggaraan pameran benda sejarah Linge di Takengon. Itu adalah produk pers, legal dan menjadi informasi publik yang siapa saja bisa menerima dan menanggapi nya. Jika Tagore keberatan , maka yang harus dilakukan oleh Tagore adalah memberikan hak jawab kepada media tersebut, kalau tetap tidak puas, silahkah Tagore mensomasi media tersebut, bukannya menyalahkan klien kami,” ujar Rudi Syahputra.

Pemeriksaan terhadap Win Wan Nur dilakukan sejak pukul 11 wib hingga pukul 12.30 WIB dan bertempat di lantai dua Sat Reskrim Polres Aceh Tengah.

Pemeriksaan terhadap Win Wan Nur berjalan lancar.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, klien kami ikut membantu penyidik dengan informasi dan data lengkap, khususnya kronologis detail atas peristiwa itu,” kata Rudi.[]

Komentar

Loading...