Senyum Sri Mulyani Tanggapi SBY Soal Kasus Jiwasraya

Senyum Sri Mulyani Tanggapi SBY Soal Kasus JiwasrayaFoto: Muhammad Luthfi Rahman
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati enggan berkomentar terkait sikap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menyikapi kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sri Mulyani, yang ditemui di kompleks Istana Kepresidenan usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), hanya terkekeh saat ditanya awak media perihal pernyataan SBY atas dugaan kasus korupsi Jiwasraya.

"Hee...heee," kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Sebelumnya Presiden ke-6 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara perihal perkembangan terkini kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

 
SBY menyampaikan sederet penjelasan dalam tulisannya berjudul "PENYELESAIAN KASUS JIWASRAYA AKAN SELAMATKAN NEGARA DARI KRISIS YANG LEBIH BESAR" yang diunggah di akun Facebook resminya.

Dalam tulisan itu, SBY memulai penjelasan dengan menuturkan bahwa saat kasus Jiwasraya mencuat, ia tidak berkomentar apapun. Sebab, SBY menilai sebagai sebuah perusahaan, Jiwasraya bisa mengalami masalah.

Pasang surut keadaan keuangan perusahaan, sehat-tidak sehat, boleh dikata lumrah. Namun, ketika dalam perkembangannya SBY mengetahui dugaan angka kerugiannya mencapai Rp13 triliun lebih, SBY mulai tertarik untuk mengikutinya karena dianggap cukup serius.

Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan permasalahan Jiwasraya sudah terjadi 10 tahun lalu, SBY mengaku tak merasa terusik. Sebab, untung rugi dalam dunia bisnis bisa saja terjadi.

Apalagi Kementerian BUMN secara eksplisit mengatakan bahwa masalah Jiwasraya bermula di tahun 2006. Saat itu SBY mengaku juga tak merasa terganggu. Apalagi, di tahun itu SBY saya tak pernah dilapori bahwa terjadi krisis keuangan yang serius di Jiwasraya.

"Namun, ketika mulai dibangun opini, dan makin kencang, bahwa seolah tidak ada kesalahan pada masa pemerintahan sekarang ini, dan yang salah adalah pemerintahan SBY, saya mulai bertanya... apa yang terjadi? Kenapa isunya dibelokkan? Kenapa dengan cepat dan mudah menyalahkan pemerintahan saya lagi?," ujar SBY.

"Padahal, saya tahu bahwa krisis besar, atau jebolnya keuangan Jiwasraya ini terjadi 3 tahun terakhir. Karenanya, di hadapan staf dan beberapa tamu saya di rumah yang merasa tidak terima jika lagi-lagi saya yang disalahkan, saya sampaikan komentar ringan saya. Intinya, kalau memang tak satupun di negeri ini yang merasa bersalah dan tak ada pula yang mau bertanggung jawab, ya salahkan saja masa lampau," lanjutnya.

SBY lantas mengaku terkejut perihal semangat DPR RI membentuk panitia khusus. Sebab, alasannya adalah untuk menjatuhkan sejumlah tokoh antara lain eks Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Presiden Jokowi juga harus dikaitkan. Mendengar berita seperti ini, meskipun belum tentu benar dan akurat, saya harus punya sikap. Sikap saya adalah tak baik dan salah kalau belum-belum sudah main "target-targetan"," kata SBY.[]

Sumber:CNBC

Komentar

Loading...