Setelah dilantik, Dahlan Jamaluddin: Mustahil Aceh bisa hebat tanpa bersatu

Setelah dilantik, Dahlan Jamaluddin: Mustahil Aceh bisa hebat tanpa bersatu
Dahlan Jamaluddin Ketua Dewa Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024. Photo: Facebook/Dahlansabena
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com – Dahlan Jamaluddin politisi Partai Aceh resmi dilantik menjadi Ketua Dewa Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024 pada Jumat 15 November 2019 siang tadi.

Prosesi pengucapan sumpah pimpinan DPR Aceh periode 2019-2024 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Djumali dan disaksikan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar dan seluruh kepala SKPA.

Pengangkatan Dahlan Jamaluddin dilakukan atas dasar surat Menteri Dalam Negeri No.161.11-5480 Tahun 2019 tentang peresmian pengangkatan pimpinan DPR Aceh Periode 2019-2024 yang diteken Tito Karnavian. Dahlan sebelumnya juga menjabat sebagai pimpinan sementara DPR Aceh.

Dahlan Jamaluddin mengatakan, sejak ditetapkan sebagai pimpinan sementara DPR Aceh bersama Dalimi pada akhir September lalu, pihaknya telah memfasilitasi paripurna dewan dengan agenda penetapan pimpinan DPR Aceh definitif.

Calon pimpinan dewan definitif itulah yang kemudian disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh kepada Menteri Dalam Negeri untuk kemudian disahkan sebagai pimpinan DPR Aceh Periode 2019-2024.

“Tindak lanjut surat Mendagri itulah, hari ini kemudian diambil sumpah pimpinan DPR definitif,” kata Dahlan Jamaluddin.

Dahlan menyebutkan, sebagai pimpinan dewan, pihaknya akan mendorong pemerintah pusat untuk menambah program strategis nasional di Aceh. Beberapa program yang akan ditawarkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Barat Selatan Aceh, pembangunan KEK di kawasan tengah Aceh dan pembangunan terowongan Geurute.

Selain itu, pihaknya akan mengusahakan pengefektifan penggunaan APBA demi keberlanjutan pembangunan di Aceh.

Pimpinan dan seluruh anggota DPR Aceh juga akan terus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Aceh.

“Mustahil bisa hebat tanpa kita bersatu,” kata dia.

Beberapa hal lain yang juga telah dilakukan pihaknya sejak ditetapkan sebagai pimpinan DPR Aceh sementara, adalah melakukan pertemuan DPRA dan pemerintah Aceh bersama Forum Bersama DPR dan DPD RI di Jakarta.

Ekses dari pertemuan itu adalah ditandatanganinya kesepakatan bersama untuk memperjuangkan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus di Aceh. []

Hotline Covid-19

Komentar

Loading...