Sri Mulyani Bikin Saham 4 Bank BUMN Melesat

Sri Mulyani Bikin Saham 4 Bank BUMN Melesat
A A A

Sebanyak empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himbara resmi mendapatkan kepercayaan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp 30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan baru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.

Jakarta, acehtoday.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu kemarin (24/6/2020) ditutup naik 1,75% di posisi 4.964,74 dengan penguatan cukup menonjol dibukukan sektor finansial yang terkerek naik sebesar 3,20%.

Berhasil naiknya indeks sektor finansial ini salah satunya ditopang sentimen positif dari dalam negeri. Kementerian Keuangan resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebanyak empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himbara resmi mendapatkan kepercayaan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp 30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan baru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.

"Menkeu akan menempatkan uang negara pada bank umum dan untuk tahap ini bank milik pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyanidalam konferensi pers, Rabu (24/6/2020).

Merespons hal tersebut, saham bank-bank milik pemerintah yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk(BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) langsung melejit kemarin saat ditutup pada sesi II.

Berhasil naiknya indeks sektor finansial ini salah satunya ditopang sentimen positif dari dalam negeri. Kementerian Keuangan resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebanyak empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himbara resmi mendapatkan kepercayaan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp 30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan baru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.

"Menkeu akan menempatkan uang negara pada bank umum dan untuk tahap ini bank milik pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyanidalam konferensi pers, Rabu (24/6/2020).

Merespons hal tersebut, saham bank-bank milik pemerintah yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk(BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) langsung melejit kemarin saat ditutup pada sesi II.

Kenaikan tertinggi dibukukan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang harga sahamnya berhasil melesat 11,98% ke level harga Rp 1.215/unit. Investor Asing juga mencatatkan beli bersih di saham ini sebesar Rp 31 miliar.

Sedangkan kenaikan terkecil dibukukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang hanya berhasil naik sebesar 3,65% ke level harga Rp 3.120/unit.

Kenaikan BBRI yang kalah besar dibandingkan dengan bank Himbara lain dikarenakan oleh tekanan jual yang diterima BBRI hari ini cukup masif. Tercatat meskipun mengalami kenaikan, investor asing membukukan net sell di saham bank dengan aset terbesar ini sebanyak Rp 288 miliar. BBRI sendiri menjadi saham yang paling banyak dijual asing kemarin.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada Himbara untuk memberikan perhatian kepada sektor-sektor yang terdampak Covid-19.

"Ini kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah kepada kami yang khususnya saat ini di Kementerian BUMN karena kita tahu BUMN sepertiga dari pergerakan ekonomi nasional," kata Erick dalam keterangan pers, Rabu (24/6/2020).

"Dan tentunya kami tidak berpikir untuk diri sendiri dan nanti akan dijelaskan pada direksi Himbarabahwa dipastikan apa yang kita sudah lakukan selama ini selalu memastikan UKM yang ada di pedesaan dan perkotaan menjadi hal yang harus diperhatikan agar bergulir kembali atau direlaksasi," kata Erick.

Tak hanya UKM, bank-bank pelat merah ini juga diminta untuk memberikan perhatian kepada korporasi dengan catatan perusahaan tersebut memiliki track record yang baik di perbankan dan menjalankan bisnis yang padat karya.

"Dan insya Allah kami Kementerian BUMN bersama Himbara ingin pastikan kepastian daripada pemulihan ekonomi berjalan dengan baik," tuturnya.

Sumber:cnbc

Komentar

Loading...