Rba3

Tagore Rasis di Seminar Nasional, Anggota Laskar Merah Putih: "Bikin Malu Gayo"

Tagore Rasis di Seminar Nasional, Anggota Laskar Merah Putih: "Bikin Malu Gayo"
A A A

Takengon, acehtoday.com - Sabtu 16 April 2022, mantan Anggota DPR RI mengucapkan kalimat bernada kebencian yang bernuanaa rasis pada Ikmal Gopi, seorang sutradara film dokumenter.

Ucapan tersebut dilontarkan oleh Tagore di "Seminar Nasional Eksistensi Republik Indonesia di Tangan Mr. Syafruddin Prawira Negara 'Takengon Kota Pusaka' Berjuang Mengawal Kedaulatan RI di Tanoh Gayo." Yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Aceh Tengah pada hari sabtu 16 April 2022 di hotel Park Side Petro Gayo, Takengon.

Terkait hal itu Wisnu Hasan, seorang warga Aceh Tengah, anggota Laskar Merah Putih mengaku geram dan marah, karena menurutnya Tagore telah mempermalukan Gayo. Apalagi ucapan itu disampaikan di hadapan para sejarawan par excelence sekelas Prof Taufik Abdullah, Dr. Anhar Gonggong dan Prof Dien Madjid

Sebagai bagian dari masyarakat Gayo Aceh Tengah, Wisnu mengaku benar-benar merasa malu dengan perilaku barbar dan tak beradab yang ditunjukkan Tagore yang dikenal luas sebagai Ketua Dewan Adat Gayo, di seminar itu.

"Kalau dia berperilaku seperti itu cuma membawa diri dan keluarganya, mungkin tidak apa-apa, tapi ini kan dia labelnya Ketua Dewan Adat Gayo, sehingga tidak bisa tidak, kesan orang luar, kita orang Gayo ini tak punya adat, orang ketuanya saja kelakuan seperti itu," kesal Wisnu.

Diketahui sebelumnya kalau di hadapan para sejarawan, tamu terhormat yang diundang secara resmi oleh daerah, Tagore
juga berperilaku sangat tidak pantas, bahkan mengucapkan kata-kata tidak sopan, seperti "Anjing menggonggong di luar pagar"

"Kemudian, masak dia di depan profesor sejarah memaksa supaya versi sejarahnya diakui dengan bukti pernyataan paranormal, apa orang nanti nggak berpikir kita orang Gayo ini kumpulan manusia yang tidak kenal bangku sekolah," ujar Wisnu terkait desakan Tagore kepada Prof Taufik Abdullah agar mantan ketua LIPI ini mengakui bahwa pedang nabi Daud memang benar-benar ada di danau Lut Tawar karena dua paranormalnya mengatakan demikian.

"Terus yang paling fatal, di acara yang disaksikan orang seluruh Indonesia melalui zoom, dia yang mantan anggota DPR RI, mantan bupati, mantan ketua DPRD, mengucapkan kata-kata rasis pada sesama orang Gayo yang kebetulan darahnya tidak murni Gayo, cuma karena berseberangan pendapat. Perilaku macam apa ini?...dia mungkin tidak punya malu, tapi kita? Saya yang anggota Laskar Merah Putih yang menjunjung tinggi semangat kebhinekaan, jelas batin saya tidak terima, teladan macam apa ini yang dia tunjukkan di hadapan generasi muda," geram Wisnu lagi.

Sebagaimana diketahui, di seminar itu Tagore sempat melontarkan kata-kata rasis kepada Ikmal Gopi, sutradara film dokumenter Radio Rimba Raya, hanya karena sang sutradara menemukan fakta sejarah yang berbeda dengan apa yang diklaim oleh Tagore.

"Saya sangat berharap saudara Ikmal Gopi,sebagai korban rasisme mantan anggota DPR RI yang juga katanya Ketua Dewan Adat Gayo ini mau melaporkan Tagore ke polisi, supaya dia ditahan dan tidak lagi bebas berkeliaran, berulah mempermalukan Gayo kemana-mana," tambanya lagi.

"Dengan ucapannya ini Tagore sudah melakukan ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Jadi saya sebagai warga Aceh Tengah sekaligus anggota Laskar Merah Putih, sepenuhnya mendukung Ikmal, dan mendorong pihak kepolisian untuk secara pro aktif menghentikan ulah Tagore mempermalukan Gayo," pungkas Wisnu.[]

Komentar

Loading...