Temukan Sepasang Batu Tanzanite terbesar. Orang ini mendadak jadi Milyarder

Temukan Sepasang Batu Tanzanite terbesar. Orang ini mendadak jadi Milyarder
A A A

Hingga saat ini, batu Tanzanite paling besar yang pernah ditemukan hanya seberat 3,3 kg. Rekor ini langsung dipatahkan oleh dua temuan Tanzanite seberat 9,2 kg dan 5,8 kg oleh Lazier.

Tanzania, acehtoday.com  Seorangpenambang berhasil temukan salah satu terlangka di dunia dan terbesar di negaranya hingga membuatnya menjadi miliarder dadakan.

Ya, rezeki seseorang memang bisa datang dengan berbagai cara dan jumlah yang tidak terduga.

Seperti dialami oleh Saninu Laizer (52 tahun) yang berhasil menemukan sepasang batu Tanzanite.

Batu khas Tanzania yang tergolong batu paling langka di dunia ini ditemukan sang penambang lepas dalam ukuran yang sangat besar pula.

Penemuan yang berhasil memecahkan rekor yang pernah ada tersebut pun secara langsung membuat Laizer menjadi miliarder baru.

Dilansir bbc.com, Kamis (25/6/2020), Laizer yang merupakan seorang penambang di sekitar wilayah Merelani, Manyara.

Ia berhasil menambang sebuah batu berharga langka yang disebut Tanzanite.

Laizer menjadi kaya raya setelah menteri pertambangan Tanzania membeli batu temuannya tersebut.

Adapun batu Tanzanite yang ditemukannya itu berjumlah 2 buah dengan berat masing-masing 9,2 kg dan 5,8 kg.

Batu dengan total berat 15 kg tersebut dihargai sebesar 2,4 juta pound atau setara dengan 42 miliar rupiah.

Dengan jumlah uang sebesar itu, tentu saja Lazier masih bisa dirikan rumah mewah untuk 30 anaknya dengan asumsi satu rumah seharga Rp1 miliar.

"Akan ada pesta besar besok," ujar Lazier.

Ia berencana akan menggelar acara untuk merayakan keberuntungannya tersebut.

Pria yang memiliki 4 istri tersebut menyatakan akan menyembelih satu sapinya sebagai ungkapan rasa syukur.

Ia juga berencana akan menggunakan uang yang didapatnya tersebut untuk membangun desanya, Simanjiro, yang berada di distrik Manyara.

"Aku ingin membangun pusat perbelanjaan dan sekolah. Aku ingin membangun sekolah ini dekat dengan rumahku. Ada banyak orang miskin di sekitar sini yang tidak bisa membiayai anaknya untuk bersekolah," tutur Laizer.

"Aku tidak berpendidikan tapi aku ingin menjalankan ini secara profesional. Oleh karena itu, aku ingin anak-anakku menjalankan bisnis ini secara profesional," imbuhnya.

Ia mengatakan nasibnya yang langsung berubah tersebut tidak akan mengubah kesehariannya.

Laizer berencana masih akan memelihara sendiri 2.000 sapinya dan tidak membutuhkan pengamanan ekstra.

"Sudah ada pengamanan cukup (di sini). Tidak akan ada masalah. Aku bahkan dapat berjalan sendirian di malam hari tanpa masalah," tutur Laizer.

Keberhasilan Laizer tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari presiden Tanzania, John Magufuli.

Ia mengucapkan selamat kepada Laizer atas temuan dua bongkah batu berharga tersebut.

"Ini adalah keuntungan menjadi penambang berskala kecil, dan ini membuktikan bahwa Tanzania adalah negara yang kaya," tutur Magufuli.

Hingga saat ini, batu Tanzanite paling besar yang pernah ditemukan hanya seberat 3,3 kg.

Rekor ini langsung dipatahkan oleh dua temuan Tanzanite seberat 9,2 kg dan 5,8 kg oleh Lazier.

Batu tersebut dapat diolah menjadi permata berwarna biru tua dan dapat dijual dengan harga yang fantastis.

Namun, Tanzanite juga memiliki variasi warna seperti hijau, merah, dan ungu.

Nilainya tergantung dari kelangkaannya, semakin bagus warna atau kejernihannya, semakin mahal harganya.

Tanzanite berharga sangat mahal lantaran hanya dapat ditemukan di Tanzania bagian utara.

Batu berharga tersebut dikategorikan sebagai salah satu permata paling langka di bumi.

Para ahli geologi memperkirakan bahwa suplai pertambangan batu berharga tersebut akan habis dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.[]

Komentar

Loading...