Terlalu! Selain Incar Rp48 miliar, Zuraidah Sudah Cairkan Uang Kematian Hakim Jamaluddin

Terlalu! Selain Incar Rp48 miliar, Zuraidah Sudah Cairkan Uang Kematian Hakim Jamaluddin
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) yang juga istri korban dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Polda Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka atas kasus dugaan pembunuhan berencana seorang hakim PN Medan tersebut dan satu dari tiga tersangka itu merupakan istri korban yang menjadi otak pembunuhan dengan motif karena permasalahan rumah tangga. ( Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana )
A A A

Medan, acehtoday.com - Selain ingin menguasai harta kekayaan sekitar Rp 48 miliar, dalang pembunuhan hakim Jamaluddin yang tak lain istrinya sendiri yakni Zuraidah Hanum, ternyata juga sudah mengambil uang duka atas kematian suaminya. Itu dilakukannya beberapa hari setelah kejadian. Wanita berusia 41 tahun itu pun dikabarkan sudah menerima uang asuransi kematian.

"Kalau uang duka sesuai dengan informasi yang kita peroleh dari Pengadilan Negeri (PN) Medan, sudah diambil langsung oleh Zuraidah Hanum. Uang itu diterimanya sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Kalau menyangkut uang dari perusahaan asuransi atas kematian hakim Jamaluddin, masih didalami," ujar seorang polisi, Senin (13/1/2020).

Sumber Suara Pembaruan itu memastikan, setiap pejabat negara, baik itu pimpinan dari institusi penegakan hukum maupun pemerintahan, dipastikan mendaftarkan diri bersama keluarga untuk masuk dalam perusahaan asuransi. Ini dilakukan sebagai antisipasi bila kemungkinan terburuk terjadi. Sehingga, uang asuransi kematian dapat digunakan oleh ahli waris.

"Minimal, uang asuransi kematian itu, bisa diraksir sebesar Rp 1 miliar, bahkan lebih jika korban memiliki lebih dari satu asuransi. Jika anak dari almarhum Jamaluddin merasa keberatan atas uang asuransi kematian maupun uang duka dari sesama hakim pengadilan, dan bila sudah digunakan oleh orang bersangkutan, maka dapat dilaporkan dalam kasus terbaru," ungkapnya.

Maisarah, salah seorang pengacara yang diinginkan Jamaluddin untuk menangani kasus perceraiannya dengan Zuraidah Hanum menyampaikan, hakim Jamaluddin sebelum ditemukan tewas sempat bertemu dengannya, 26 November 2019. Pertemuan itu di PN Medan, persisnya tiga hari sebelum korban ditemukan tewas.

"Bapak (Jamaluddin) mengaku sudah tidak tahan lagi. Dia mau menceraikan istrinya. Saya tanya apakah bapak punya aset. Beliau kemudian menjawab ada aset yang tidak bergerak Rp 30 miliar, yang bergerak Rp 18 miliar. Saya yang diminta bapak untuk mengurus perceraiannya. Kemudian, saya mengajak pengacara lain untuk membantu," ungkap Maisarah.

Ditambahkan, Zuraidah Hanum merasa tidak terima diceraikan Jamaluddin. Pasalnya, Jamaluddin juga mau membagikan hartanya kepada dua orang anaknya dari istri pertamanya. Namun, Zuraidah menentang keras soal rencana suaminya tersebut. Diduga, Zuraidah merasa berhak untuk memiliki harta Jamaluddin.

"Saya tidak mencampuri urusan pembagian harta tersebut. Namun, persoalan ini sempat diceritakan hakim Jamaluddin kepada saya. Saya ajak pengacara lain untuk turut membantu agar tidak menimbulkan persepsi negatif atas persoalan rumah tangga korban sebelum tewas. Bahkan, Jamaluddin sempat mau ke notaris atas pembagian harta itu," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa kali pertemuan antara pihaknya dengan Jamaluddin. Saat pertemuan kedua, ibu (Zuraidah) mengamuk, minta surat-surat yang ada. Dia (Zuraidah) bilang, "Ini kan harta dari perkawinanku sama Bapak, ngapain dibagi sama anak yang terdahulu,'" ujar Maisarah menirukan ucapan Jamaluddin yang mengeluhkan protes Zuraida.

Sebelumnya, Humas PN Medan, Erintuah Damanik mengungkapkan, Zuraidah Hanum sudah mengambil uang duka dari sesama hakim dari PN Medan. Namun, Erintuah mengaku tidak mengetahui nominal uang duka yang sudah diserahkan tersebut. Zuraidah mengambil langsung uang duka itu dengan mendatangi PN Medan.

Beredar informasi, uang duka yang diterima Zuraidah Hanum itu mencapai puluhan juta rupiah. Partisipasi uang duka itu lumayan besar karena sesama hakim rekan Jamaluddin di luar Sumut juga turut memberikan bantuan uang duka. Saat itu, Zuraidah Hanum belum ditetapkan sebagai tersangka (dalang) pembunuhan suaminya.

Menurut Erintuah, motif di balik kasus pembunuhan Jamaluddin tersebut, nantinya akan terang benderang saat perkaranya mulai disidang di pengadilan. Hakim mempunyai cara tersendiri dalam mengungkap tabir pembunuhan tersebut. Pengadilan juga memutuskan sesuai dengan fakta maupun bukti dari kasus pembunuhan itu.

Erintuah Damanik juga tidak menyangkal tentang Jamaluddin yang memiliki bisnis kelapa sawit hingga properti. Seluruh usaha itu dipercayakan Jamaluddin dikelola oleh Zuraidah Hanum.[]

Sumber:Beritasatu
acehtiket1

Komentar

Loading...