Tiga Bendungan di Aceh Selesai 2021 & 2024

Bendungan Tiro masih menunggu sertifikasi

Tiga Bendungan di Aceh Selesai 2021 & 2024
ilustrasi bendungan
A A A

Banda Aceh, acehtodaya.com  -  Tiga bendungan di Aceh yakni Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Rukoh di Pidie, dan Tiro di Kabupaten Pidie oleh Kementerian PUPR masuk di Aceh di daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pembangunan ketiganya ditargetkan selesai maksimal pada 2024. Dari tiga bendungan tersebut, progres pembangunan Keureuto hampir rampung, yakni 70%.

"Lalu kalau Bendungan Rukoh progres pembangunan 10 persen. Bendungan Tiro sendiri baru kami revisi desainnya," kata Kepala BWS Sumatera I Kementerian PUPR Djaya Sukarno, Banda Aceh, Kamis (20/2/2020).

Djaya menuturkan revisi pembangunan proyek Bendungan Tiro diubah karena proses relokasi desa sebelumnya berjalan alot. Dengan begitu, Bendungan Tiro yang sebelumnya dirancang untuk menampung air sebanyak 45 juta meter kubik menjadi hanya 15 juta meter kubik.

"Dulunya dua tampungan, jadi melewati dua sungai. Tapi relokasi banyak yang menolak warganya, jadi kami ambil alternatif untuk buat tampungan air yang lebih kecil. Tampungan satu lagi ditiadakan," terang Djaya.

Saat ini, pemerintah masih menyusun desain pembangunan Bendungan Tiro. Djaya menargetkan pembuatan desain itu bisa selesai dan disetujui oleh pemerintah pusat maksimal akhir tahun ini, sehingga pembangunan bisa dimulai pada Desember 2020 atau awal tahun depan.

 "Untuk desain pembangunan Bendungan Tiro masih menunggu sertifikasi dan persetujuannya," ujar Djaya.

Sementara, pembangunan dua bendungan lainnya ditargetkan lebih cepat selesai yaitu dalam dua tahun ke depan. Rinciannya, Bendungan Keureuto ditargetkan selesai pada 2021 dan Bendungan Rukoh 2022.

Djaya menuturkan ketiga bendungan itu berguna untuk mengendalikan banjir wilayah setempat. Kemudian, tiga proyek bendungan nantinya juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Ini khususnya untuk Bendungan Keureuto.

"Kami sudah bangun untuk kebutuhan listrik, tinggal sisanya nanti dari PT PLN (Persero) atau perusahaan lain yang memanfaatkan bendungan itu. Kami sudah bangun infrastruktur untuk pemanfaatan airnya,"  kata Djaya dikutip dari.[]

Sumber:CNNindonesia
Hotline Covid-19

Komentar

Loading...