Rba3

Top! Rupiah Diprediksi Merajai Mata Uang Asia di 2020

Top! Rupiah Diprediksi Merajai Mata Uang Asia di 2020
Foto: Ilustrasi Money Changer (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
A A A

Jakarta, acehtoday.com - Tahun 2020 belum genap satu bulan, tetapi rupiah sudah begitu perkasa melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Sejak perdagangan tahun ini dibuka, hingga Jumat (17/1/2020) pekan lalu, rupiah sudah menguat 1,8% melawan dolar AS di pasar spot, melansir data Refinitiv. Rupiah bahkan mencapai level terkuat sejak Februari 2018.



Tidak hanya itu, rupiah juga sudah membukukan penguatan tujuh pekan beruntun.

Berkat performa tersebut, dan tentu saja didukung fundamentalnya, rupiah di prediksi akan mengambil alih tahta mata uang terbaik Asia dari bath Thailand di tahun ini. Pada tahun 2019, rupiah berada di peringkat ketiga terbaik mata uang Benua Kuning, kalah dari baht Thailand dan peso Filipina.



Rupiah yang akan menjadi raja Asia diprediksi oleh Bloomberg, bahkan sudah dinobatkan sejak awal tahun ini. Yiled obligasi Indonesia yang berada di kisaran 5-8%, menjadi salah satu keuntungan yang dapat membawa aliran modal masuk Indonesia, sehingga menjadi tenaga bagi rupiah untuk menguat.

Sementara baht dan peso diprediksi akan mengalami kesulitan di tahun ini. Bank sentral Thailand sudah mengumumkan akan meredam penguatan baht, sementara peso terbebani oleh defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang membengkak.



Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) tidak mempermasalahkan penguatan rupiah. Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI, mengatakan bahwa apresiasi rupiah tidak otomatis membuat daya saing produk Indonesia di pasar ekspor tergerus.



"Rupiah yang kuat akan membantu menurunkan biaya sehingga membuat eksportir lebih efisien. Terutama yang memiliki utang dalam valas," kata Dody, seperti dikutip dari Reuters.


Setelah mengalami penguatan signifikan di tahun ini, rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (20/1/2020) melemah tipis. Pada pukul 11:00 WIB, rupiah berada di level melemah 0,12% ke Rp 13.647/US$ di pasar spot, melansir data Refinitiv.



Meski demikian, tidak menutup kemungkinan rupiah akan kembali menguat pada hari ini, melihat pola pergerakan Mata Uang Garuda yang perlahan menguat selepas tengah hari.[]

Sumber:CNBC

Komentar

Loading...