Rba3

Wonderland, Gagasan Besar Tapi Kinerja Lemah

Wonderland, Gagasan Besar Tapi Kinerja LemahUsman/acehtoday.com
A A A

Oleh Usman Lamreung

Banda Aceh, acehtoday.com - Langkah Bupati Aceh Besar untuk menjadikan program wisata menjadi program strategis Aceh Besar patut mendapat dukungan dari segenap komponen masyarakat dan Satuan Kerja Kabupaten Aceh Besar. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Usman Lamreung, seorangakademisi yang berdomisili di Aceh Besar.

“Kita harus melihat juga seserius apa kebijakan yang dicanangkan oleh Pak Bupati dengan wahana wisata Wonderland-nya. Sebesar apa keseriusannya, karena seharusnya antara  kebijakan dan realisasi program di lapangan harus lebih fokus dan serius,” paparnya. Menurut Usman, pengembangan sektor wisata tidak boleh terjebak kepentingan sempit dan berjangka pendek.

Hal tersebut disampaikan Usman Lamreung merespon promosi wahana wisata Wonderland, Buket Meusara, RT-IV, Jantho yang disampaikan oleh Bupati Aceh Besar melalui video dan pemberitaan di media Serambi Indonesia.

"Wonderland adalah sebutan bupati untuk program pengembangan potensi wisata Aceh Besar. Bupati mempromosi lokasi wisata baru yang diprakarsai olehnya. Jadi, banyak program yang diarahkan untuk lokasi ini. Terakhir, bupati langsung melakukan pod-cast yang dipandu oleh salah seorang wartawan senior Serambi Indonesia pada 26 Oktober 2021,” paparnya.

Menurut Usman, langkah yang ditempuh oleh bupati sudah tepat. Namun, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Aceh besar tidak hanya memusatkan pengembangan program wisata di Buket Meusara saja, karena banyak juga lokasi lain yang potensial seperti kawasan Krueng Jalin (Jantho), Pulo Aceh, Ujong Batee, Ie Seuum dan lain-lain.

“Sebaiknya, anggarannya diarahkan untuk penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan pengelolaannya, juga alokasikan untuk merehabilitas semua fasilitas di spot wisata yang sudah berkembang tersebut,” urainya.

Sepengamatannya, tata kelola lokasi-lokasi tersebut mesti diperbaiki. Fasilitas sanitasi, sebaran tempat sampah, penertiban akses jalan dan penertiban pintu masuk dan parkirnya. “Harga makanannya juga tidak boleh luput dari aspek yang mesti ditata agar pengunjung merasa nyaman," tambahnya.

Menurut Usman, semestinya promosi yang dilakukan Bupati Aceh Besar dilakukan di tempat seperti Kebun Binatang Cut Fit. Sebab, lokasi tersebut sangat layak dijadikan model pengelolaan lokasi wisata yang akan menarik minat investor.

“Makanya, lokasi Buket Meusara ini jangan hanya fokus saat Pak Bupati masih menjabat, begitu beliau tidak ada lagi, maka lokasi ini pun terbengkalai sebagaimana yang sudah digagas oleh almarhum Pak Bukhari”, pungkas dosen Universitas Abulyatama tersebut.[]

Komentar

Loading...