YBG: Terapkan PSBB di Aceh

YBG: Terapkan PSBB di Aceh
A A A

Banda Aceh, acehtoday.com - Yayasan Beudoh Gampong  (YBG) mengusulkan lima hal berkaitan  Covid-19 kepada Pemerintah Aceh.  YBG mengapresiasi semua kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh dalam penanganan Covid-19. 

“Kami telah melakukan rapat dan diskusi virtual dengan seluruh anggota berdarah Aceh yang tersebar di seluruh dunia. Berdasarkan rasa cinta kami kepada bumoe Aceh dan rakyatnya, kami merasa khawatir apabila terlambat dalam menangani masalah wabah ini,” kata Ketua Umum YBG Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M. Sc, Kamis (7/5/2020) di Bandung,

 Teuku  menyatakan dampak covid-19 ini akan meluas  dari krisis kesehatan, jumlah PHK yang akan bertambah banyak, pengangguran, krisis kelaparan, krisis sosial, sampai bisa saja terjadi krisis politik. Dengan adanya keadaan seperti ini YBG turut prihatin dan berparsipasi aktif dalam segala bidang kehidupan, dengan merekomendasikan agar Pemerintah Aceh dan bupati/wali kota di Aceh dapat melakukan hal serius dan fokus untuk melakukan hal-hal sebagai berikut   

“Kami merekomendasi lima hal kepada Pemerintah Aceh,”  ungkapnya dengan  Sekretaris Umum YBG Ir. T. M. Zulfikar, MP

Lima hal itu yakni:

1.   Memohon kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Walikota se-Provinsi Aceh agar memperhatikan dan mengakomodasi saran-saran para ilmuwan terkait dan para ulama dalam mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sepenuhnya secara konsisten, tegas dengan sanksi jelas agar dapat memberikan kepastian kebijakan penanganan wabah Covid-19 saat ini pada masyarakat terutama mencegah tradisi orang Aceh untuk pulang gampong agar tidak memberikan dampak yang luas virus ini di Aceh.

2. Meningkatkan koordinasi antar lembaga serta mendorong peran serta semua kalangan dan mendorong partisipasi masyarakat secara agar bisa memperkuat ketahanan pangannya dengan cara melakukan Gerakan Ketahanan Pangan Aceh secara mandiri dengan cara-cara pengembangan pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan mendorong pemanfaatan halaman rumah masing-masing dan ‘lahan tidur’ serta memperluas para nelayan untu kembali ke laut mencari kehidupan.

3. Meningkatkan dukungan moral dan finansial bagi tenaga medis yang berada di garis depan penanggulangan wabah melalui ketercukupan penyediaan APD, penambahan peralatan kesehatan, serta pengaturan sistem kerja yang lebih sehat, serta menjaga kenyaman para dokter itu sendiri dalam menjalankan tugas besar bangsa ini.

4. Hendaknya Pemerintah Daerah memfokuskan anggaran untuk memperkuat Jaringan Pengaman Sosial (JPS) agar dapat menahan munculnya gejolak sosial masyarakat  dalam masa stay at home mengingat penghasilan mereka menjadi nihil pada era PSBB ini dan untuk sementara mohon menunda program-program lain-lainnya.

5. Mengedepankan kepentingan masyarakat Aceh dengan cara mengutamakan dan mengembangkan semua kearifan local budaya Aceh (local wisdom) agar bisa meningkatkan taraf kesehatan dan kebersihan masyarakat serta produktivitas ekonomi dengan melakukan Gerakan Wakaf Permodalan bagi petani, nelayan, dan UMKM secara mendiri dan berdaulat untuk lepas dari krisis kemiskinan dan gejolak sosial yang bisa menjadi parah lagi dimasa mendatang.

Komentar

Loading...